Pilihan
Ribut-ribut Soal Pengangkutan Sampah di Pekanbaru, Akademisi: Sudah Telat!
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Saat ini terjadi silang pendapat antara DPRD Pekanbaru dan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terkait sistem pengangkutan sampah setelah berakhirnya kontrak dengan PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah sejak akhir 2020 lalu.
Di satu sisi Pemko Pekanbaru ngotot untuk menggunakan jasa pihak ketiga atau swastanisasi sementara dalam pengelolaan sampah seperti tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan DPRD Pekanbaru merekomendasikan untuk dilakukan swakelola atau dikelola oleh pihak kecamatan setempat.
Terkait hal itu akademisi Universitas Muhammadiyah Riau DR Aidil Haris mengatakan jika berpikir secara rasional dan realistis saat pembahasan APBD tahun 2021, seharusnya DPRD dan Pemko Pekanbaru mengupas tuntas anggaran untuk pengangkutan sampah.
"Kenapa ketika di saat membahas APBD tidak dikupas tuntas, sekarang baru tahunya. Ini ada apa? Apakah dewan yang tidak teliti menelaah draft APBD atau memang dia (DPRD) meloloskan begitu saja, tak mengerti. Itu yang menjadi persoalan," cakap Aidil Haris saat dihubungi INDOVIZKA.com, Jumat (12/3/2021).
Permasalahan pengangkutan sampah yang diswastanisasi oleh Pemko Pekanbaru bukan baru ini saja terjadi. Ia berpendapat bahwa pengangkutan sampah dengan menggunakan konsep swakelola jauh lebih hemat.
Aidil juga menduga dengan Pemko melakukan swastanisasi pengangkutan sampah ada nilai plus tersendiri yang akan didapatkan, namun ketika proses swastanisasi tidak sesuai dengan 'keinginan' itu yang menjadi permasalahan.
"Sistem peralihan juga tidak duduk, dan ini harus dievaluasi oleh Pemko. Apalagi kejadian ini bukan pertama kali terjadi, tapi kok tidak jera-jera. Ada apa? atau memang ada kepentingan nilai tambah yang ada disitu," tegasnya.
Jika mekanisme swastanisasi sudah disahkan di dalam APBD, Pemko Pekanbaru hanya bisa menjalankan dan DPRD Pekanbaru harus mengawasi. Ketika terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan anggaran dewan harus bisa bersuara.
"Kalau sekarang bahas ini ya telat dong, kenapa tak saat bahas APBD tidak dibahas," pungkasnya.***
.png)

Berita Lainnya
Kajari Inhil Musnahkan Narkoba, Rokok dan HP Android
25 Partai Bakal Berlaga di Kampar Martial Art 2021 Rebut Piala Bupati
PPP Riau dan Gubernur Abdul Wahid Bertemu, Bahas Sinergi Politik dan Pembangunan Dareh
Antrian Panjang Kendaraan di SPBU Kerinci Kota, Pasokan BBM Terlambat Masuk
Pemprov Riau Kejar Pajak Kendaraan Perusahaan Masuk PAD, Investor Diminta Pakai Plat BM
Bupati Inhil: Persetujuan Pertanggungjawaban APBD 2025 Wujud Komitmen Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel
BPBD Riau Distribusikan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Pekanbaru
Tim Gabungan Halau Dua Ekor Gajah Masuk Perkampungan Warga Pangkalan Kerinci
Kebakaran Lahan di Kawasan Merbau Pelalawan Berhasil Dikendalikan, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan
Tahun Ini Pemko Pekanbaru Ajukan 79 Formasi CPNS
Jadwal Ulang Pemeriksaan Politisi PDIP Sudin oleh KPK, SYL Ditahan Terkait Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi
Diikuti 170 Stand, Riau Expo 2022 Resmi Dibuka Gubri Syamsuar