Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
PKS: Banyak Mudarat Jika Revisi UU Pemilu Tak Lanjut
(INDOVIZKA) - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya tetap ingin revisi Undang-undang (UU) Pemilu berjalan tahun ini. Menurutnya, banyak mudarat jika revisi UU Pemilu tersebut tak dilanjutkan.
Hal itu Mardani sampaikan saat Komisi II DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, KPU, Bawaslu dan DKPP di Kompleks Senayan, Jakarta, Senin (15/3).
"PKS yang oposisi nilai banyak mudarat jika revisi [UU Pemilu] tak dilanjutkan," kata Mardani.
Mardani menyebut salah satu dampak negatif tak diubahnya UU Pemilu yakni penunjukan penjabat (Pj) kepala daerah yang sangat banyak. Menurutnya, penunjukan ratusan Pj kepala daerah juga mengabaikan hak politik dari rakyat.
Diketahui, akan ada 272 Pj kepala daerah yang diangkat pada 2022 dan 2023 lantaran Pilkada baru digelar serentak 2024.
"Karena nyuwun sewu, hak rakyat untuk dapat pemimpin definitif. Dua tahun lebih itu bukan hak pemerintah untuk menentukan," ujarnya.
Politikus PKS itu mengatakan masih banyak norma-norma dalam UU Pemilu yang harus diubah. Menurutnya, penyelenggaraan Pilkada 2024 juga berpotensi membuat petugas pemilu menjadi korban seperti Pemilu 2019 lalu.
Pada Pemilu 2019 lalu, ketika pileg dan pilpres digelar bersamaan, sedikitnya 700 anggota KPPS meninggal dunia. Beban kerja yang berat serta tenggat waktu yang sempit membuat para KPPS kelelahan.
"Musibah ratusan KPPS bisa terjadi kembali kalau kita enggak merevisi UU pemilu," katanya.
Pemerintah dan DPR sepakat tidak memasukkan revisi UU Pemilu dan Pilkada dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2021.
Konsekuensinya, kepala daerah yang habis masa jabatannya pada 2022 dan 2023 akan digantikan oleh penjabat kepala daerah. Mereka akan memimpin pemda hingga pilkada berikutnya pada 2024.
.png)

Berita Lainnya
Indo Barometer: Kalau Jokowi Mau Gibran Capres 2024, Pilkadanya 2022
Putra Riau Ini Maju Calon Ketum PB HMI, Berikut Profilnya
Jalani UKK di PKB Pusat, Musliadi dan H. Halim Berpeluang Berpasangan di Pilkada Kuansing
Menag Yaqut Cholil Qoumas Tegaskan Kemenag Milik Semua Agama
Masyarakat Antusias Hadiri Pelantikan DPAC dan DPRt PKB se Kecamatan Batang Tuaka
Event Politik Serentak 2024, Nasdem Riau Sebut Bisa Bernafas Panjang
Perindo dan PDIP Tolak RUU yang Melarang Mantan HTI Ikut Pemilu
Berstatus Tersangka, Mantan Kadis LHK Pekanbaru Agus Pramono Nyaleg di DPRD Riau
Soal Pilkada, KPU Kuansing Masih Tunggu Keputusan Pusat
Ustadz Yurnalis Sebut Abdul Wahid Sosok Pemimpin yang Merangkul
Kuburan massal 1.700 calon tentara muda Irak ditemukan
Pj Kepala Daerah Tak Bisa Maju di Pilkada 2024