Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Tangisan Goenawan Mohamad: Refleksi Kecewa atau Strategi Politik?
INDOVIZKA.COM - Tangisan seorang budayawan terkemuka, Goenawan Mohamad (GM), yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), telah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, pendapat tentang makna dari tangisan GM ini sangat beragam. Direktur Eksekutif Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD), Agus Rihat Manalu, menganggapnya sebagai "gimmick" politik, menyoroti sejarah GM dalam mengarahkan opini publik menjelang pemilihan umum.
Satu hal yang menjadi sorotan adalah perubahan sikap GM dalam hal politik. GM sebelumnya dikenal sebagai pendukung Jokowi, bahkan menyatakan bahwa Jokowi adalah "presiden terbaik sepanjang sejarah Indonesia." Namun, menjelang Pemilihan Umum Presiden 2024, GM secara tiba-tiba mengungkapkan kekecewaannya terhadap Jokowi. Perubahan drastis ini menimbulkan pertanyaan tentang keobjektivitasan GM dalam menyuarakan pendapatnya.
Pertanyaan yang muncul adalah apa yang mendasari perubahan sikap GM ini? Apakah ini terkait dengan persiapan pemilu yang semakin dekat? Apakah GM benar-benar merasa kecewa atau ini hanya sebuah strategi politik untuk memengaruhi opini publik? Agus Rihat Manalu berpendapat bahwa ini mungkin merupakan bagian dari strategi politik GM untuk memengaruhi opini publik menjelang pemilu.
Penting untuk memahami hubungan GM dengan Ganjar Pranowo, seorang calon presiden dari PDIP. GM sebelumnya memberikan dukungan tulus kepada Ganjar dan bahkan menerima pujian dari calon presiden PDIP tersebut. Namun, ketika Ganjar memuji karyanya, GM justru mengungkapkan kekecewaan terhadap Jokowi. Ini memicu spekulasi apakah hubungan khusus dengan Ganjar memengaruhi perubahan sikap GM.
Tangisan GM telah menciptakan diskusi dan perdebatan di masyarakat. Apakah ini merupakan ekspresi tulus dari kekecewaan individu atau hanya strategi politik untuk memengaruhi opini publik menjelang pemilu? Menyadari dinamika politik yang kompleks menjelang Pemilihan Umum 2024 di Indonesia, masyarakat perlu mengikuti perkembangan ini dengan kritis dan objektif. Pemilihan umum adalah momen penting dalam demokrasi, dan penilaian yang bijak selalu melibatkan analisis mendalam dan pencerahan. Itu berarti, tangisan GM mungkin lebih dari sekadar "gimmick" politik dan mungkin merupakan bagian dari dinamika politik yang kompleks di Indonesia.
.png)

Berita Lainnya
Ustadz Ajay: Fokus Nyalakan Lilin Sendiri Tanpa Memadamkan Lilin Orang Lain
Reses, Misbakhun Konsolidasi Pemilihnya Dukung Airlangga di Pilpres
Tinggalkan Golkar dan PAN, Annas Maamun dan Irwan Nasir Resmi ke Nasdem
Golkar Tarik Dukungan Pembahasan Revisi UU Pemilu
PKB Riau Susun Rencana Aksi Melayani Rakyat
Jika SK Munas Riau habis, Yorrys sebut Golkar bisa kompromi
In Memoriam Kadir Abbas
PPP Kumpulkan Caleg dan Kader se-Riau
Tiga Kader Terbaik PKB Dulang Suara Pribadi Terbanyak Pileg di Riau
Fraksi Golkar DPRD Riau Gelar Coffee Morning dengan Organisasi Pendiri dan Sayap
Demokrat Kubu AHY Tegaskan Marzuki Alie Bukan Siapa-siapa Tanpa SBY
Update Polling Calon Gubernur Riau: Abdul Wahid dan Syahrul Aidi Berkejaran, Firdaus Paling Sedikit