Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Bengkalis Kecipratan Rp462 Miliar dari BRGM
BENGKALIS (INDOVIZKA) - Tahun ini kabupaten Bengkalis akan mendapat gelontoran anggaran sebesar Rp462,2 miliar dari pemerintah pusat, tepatnya dari Badan Restorasi Gambut Mangrove (BRGM).
Kabar gembira tersebut disampaikan Deputi Edukasi dan Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan, DR Myrna A Safitri SH MSi, pada acara ramah tamah dan diskusi yang dipandu langsung oleh Wabup Bagus Santoso belum lama ini di Pekanbaru.
Dalam diskusi tersebut, Myrna memaparkan anggaran yang dipersiapkan untuk kabupaten Bengkalis berasal dari APBN maupun donor dialokasikan untuk delapan kegiatan. Yakni untuk kegiatan pendampingan sebesar Rp480 juta, sekolah lapangan Rp120 juta, Lokakarya Desa Rp120 juta.
“Bengkalis salah satu lokasi yang akan mendapatkan program kegiatan dari BRGM. Masyarakatnya sangat menaruh perhatian dan peduli terhadap lingkungan serta ikut arahan pemerintah," ujar Myrna.
Adapun Kegiatan yang sudah di plot antara lain pembangunan mini demplot Rp300 juta, pembangunan kebun perkarangan (donor) Rp450 juta. Pembangunan Insfrastruktur Pembasahan Gambut (IPG) Rp248,88 juta, pembangunan Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian Masyarakat (R3) sebesar Rp300 juta dan rehabilitasi mangrove Rp230 miliar.
Menanggapi besarnya anggaran pihak BRG, Bupati Bengkalis Kasmarni mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak BRG, karena sebagai upaya untuk memperdayakan lahan gambut maupun masyarakat di kawasan gambut.
“Alhamdulillah, tahun ini kita akan mendapatkan anggaran hampir setengah triliun atau tepatnya Rp462.202.836.844. Anggaran ini diperuntukan untuk pengelolaan lahan gambut di Kabupaten Bengkalis,” ungkap Bupati Bengkalis Kasmarni
Lebih lanjut Kasmarni mengatakan, selama ini gambut tidak hanya menjadi persoalan daerah, namun sudah menjadi persoalan dan kewenangan pemerintah pusat. Terlebih lagi, kata mantan Camat Pinggir ini, gambut akan menjadi persoalan besar bahkan menjadi pembahasan internasional, terutama ketika terjadi kebakaran.
Berdasarkan informasi, kedepan pihak BRG juga akan mengusulkan kawasan perdesaan Agro Fisher yang meliputi 19 desa di Kecamatan Bengkalis. Yakni Desa Penampi, Pendekik, Wonosari, Senggoro, Air Putih, Sungai Alam, Kuala Alam, Damai, Tameran, Pematang Duku, Pematang Duku Timur, Ketam Putih, Sungai Batang, Kelemantan Barat, Kelemantan, Palkun dan Desa Sekodi.
Usai acara DR Myrna didampingi Kabid Perencanaan Program Suhairi Aan melanjutkan kunjungan langsung ke lokasi dan desa yang akan dilaksanakan program kegiatan diantaranya lokasi penanaman Talas Meksiko di Jalan lintas Bengkalis Bantan, Desa Penampi dan lainnya.
.png)

Berita Lainnya
Aliansi Mahasiswa Audiensi Bersama Dishub Bengkalis Bahas Solusi Layanan Roro
Guru Dinilai Berhak Diprioritaskan Suntik Vaksinasi Covid-19
Gerakan Pangan Murah di Rupat Utara: Langkah Konkret Pemkab Bengkalis Atasi Inflasi dan Stabilkan Harga
Simpan Sabu di Kamar, Pemuda Pengangguran di Pematang Reba Diciduk Polisi
Riau Tutup Akses Malaysia dan Singapura
Lanjutkan Vaksinasi Pedagang, Disperindag Pekanbaru Masih Lakukan Pendataan
APBD Riau 2022 Turun Jadi Rp8,2 Triliun, Ini Kata Sekdaprov
Bupati dan Wabup lepas 13 Ribu Bibit Ikan Patin di Sungai Pangkalan Kerinci
Relawan Bermarwah Laporkan Sejumlah Akun Medsos ke Bawaslu Riau
Sinergitas Bengkalis-Dumai Garap Pulau Ketam dan Pulau Payung Rupat
Pustu Desa Sungai Buluh Rusak Parah, Ketua IWO Apresiasi Respon Positif Dewan Inhil
Nyali Ciut, Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Puskesmas di Inhil Menyerahkan Diri