Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
BMKG Minta Waspadai Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
JAKARTA (INDOVIZKA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga agar mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah daerah pada Minggu, 31 Oktober 2021.
BMKG memprediksi hujan lebat disertai petir dan angin kencang terjadi merata di wilayah Indonesia. Daerah itu antara lain Aceh, Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Maluku. Lalu Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Riau. Berikutnya Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan juga menghadapi potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Khusus di DKI Jakarta, hujan disertai petir dan angin kencang berpeluang melanda Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur pada Minggu siang dan sore hari.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak fenomena La Nina menjelang akhir tahun 2021. Dari kajian BMKG, pada 2020 La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan dari November hingga Januari di wilayah Sumatera Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
BMKG memperkirakan tahun ini La Nina bisa menyebabkan peningkatan curah hujan bulanan sekitar 20 sampai 70 persen di atas normal. "Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi," ujar Dwikorita.
.png)

Berita Lainnya
5 Nelayan Rohil Berhasil Diselamatkan Usai Terombang-ambing Dilautan
Motif Bunuh Diri Ajudan Kapolres Kuansing Terungkap, Diduga Karena Terlilit Utang
Tersengat Listrik, Remaja di Inhu Jatuh ke Sungai dan Hilang
Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Kamar Kos, Warga Pulau Burung Inhil Gempar
PLTA Koto Panjang Tutup Seluruh Pintu Pelimpah, Air Sungai Kampar Diprediksi Surut
Truk Fuso dan Pick Up Adu Kambing di Rumbai Inhil, 2 Orang Luka Parah
Sepasang Kekasih Mahasiswa Kedokteran Unand Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pelecehan Seksual
Piton 5 Meter Dievakuasi dari Kantor Dinas Kebudayaan Riau
Berenang Bersama Temannya, Santri di Cirebon Hilang Terbawa Arus
Hanyut di Sungai Kampar, Seorang Bocah 4 Tahun Hingga Kini Belum Ditemukan
Sadis, Jadi Korban Jambret Istri Personil Ditpolairud Polda Riau Meninggal Dunia
Resmi! Jokowi Lantik 2 Menteri dan 3 Wakil Menteri Baru