Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
KPPII Minta Penyelenggaraan World SuperBike di Sirkuit Mandalika Ditunda
JAKARTA (INDOVIZKA) - Koalisi Pemantau Pembangunan Infrastruktur Indonesia meminta penyelenggaraan World SuperBike (WSBK) di Sirkuit Internasional Mandalika, di Desa Kuta, Nusa Tenggara Tengah, Ditunda. Koalisi CSO ini pun meminta Direktur Eksekutif SBK, Gregorio Lavilla, agar tidak menyelenggarakan WSBK di Sirkuit tersebut.
Koordinator KPPII, Muhammad Al Amin mengatakan bahwa permintaan untuk penundaan WSBK di Sirkuit Mandalika karena masih banyak masyarakat lokal maupun adat sasak yang digusur dari lokasi sirkuit, belum mendapatkan perbaikan hidup dari PT ITDC.
Selain itu, menurut Amin, ada juga puluhan kepala keluarga yang masih terisolir di lokasi sirkuit. Masyarakat tidak dapat mengolah tanah, beternak dan mencari kerang, karena menurut masyarakat, pihak ITDC masih melarang warga melakukan aktivitas di sekitar sirkuit karena belum memutuskan apakah ingin membeli lahan masyarakat atau tidak.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
“Dengan kondisi seperti ini, sangat tidak etis kalau World Superbike digelar di tengah penderitaan ratusan warga dan perempuan akibat penggusuran ITDC. Saya berharap Direktur Eksekutif WSBK menunda World Superbike karena mempertimbanhkan konflik lahan dan sosial di sekitar sirkuit," ujar Amin kepada Tempo, Senin, 15 November 2021.
Amin menjelaskan bahwa saat berkunjung ke Desa Kuta, terutama di sekitar lokasi sirkuit, ia berdiskusi dengan masyarakat dan perempuan yang menjadi korban penggusuran. Menurut dia, masyarakat sangat berharap agar konflik lahan dan pemenuhan hak masyarakat diselesaikan terlebih dahulu sebelum memulai balapan.
“Saat ini, ada 96 kepala keluarga yang masih mengungsi di lahan pemerintah berharap pemukiman kembali dari ITDC. Kemudian ada 66 kepala keluarga yang masih tinggal di lokasi sirkuit hidup terlunta-lunta karena menunggu kejelasan dari ITDC terkait pembebasan lahan," ujar dia.
Menurut Amin, terdapat 162 orang masyarakat, terkhusus perempuan korban penggusuran akibat proyek sirkuit internasional Mandalika yang perlu penyelesaian konflik lahan dan dampak penggusuran. Ia pun berharap ada langkah persuasif yang dilakukan oleh ITDC.
“Kami juga berharap agar Direktur Eksekutif WSBK ikut membantu masyarakat korban agar memperoleh hak dasarnya sebagai manusia," ujar dia.
Perhelatan World Superbike di Sirkuit Mandalika direncanakan akan digelar pada 19-20 November mendatang. Rencananya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan secara langsung meresmikan Sirkuit Internasional tersebut.
.png)

Berita Lainnya
Atlet Panjat Tebing Riau Ikuti Kompetisi Panjat Tebing Dunia
PSPS Pekanbaru Lepas Seluruh Pemain Asing Musim Lalu, Siap Datangkan Wajah Baru
Prediksi Prediksi Real Madrid vs Al Hilal di Piala Dunia Antar Club
Porwanas 2024 di Banjarmasin, Riau Raih Empat Perak dan Sembilan Perunggu
Saksikan! Iwan Taruna Cup II Desa Sialang Panjang Masuki Babak Semi Final Malam ini
Positif Covid-19, 3 Atlet dan 2 Pelatih Dayung Riau Gagal ke PON Papua
Declan Rice Resmi Bergabung Dengan Arsenal.
Kabar Duka Cita Berdatangan untuk Kiper Thailand "Kawin" Usai Laga Melawan Indonesia
Mu'ammar Armain Resmi Dilantik Sebagai Ketua Perkemi Inhil
Jelang Kejurprov Riau 2023, AFK Matangkan Persiapan Tim Futsal Inhil
Semifinal Piala AFC U23 Nobar di Mapolda Riau Irjen Iqbal Yakin Indonesia Menang 3-1 Atasi Uzbekistan
Turnamen Futsal MANSAHIL CUP II Berlangsung Sukses