Pilihan
Cita-cita Ma'ruf Amin, RI menjadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia
JAKARTA (INDOVIZKA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin menginstruksikan kepada jajaran menteri terkait untuk mempercepat tercapainya tujuan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.
"Pleno ini dalam rangka menyatukan langkah untuk menuju tercapainya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, sebagai cita cita yang ingin kita wujudkan," kata Wapres Ma’ruf Amin usai memimpin rapat pleno Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Istana Wapres Jakarta, Selasa 30 November 2021.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, lanjut Wapres, pemerintah mengutamakan empat program yang dikembangkan KNEKS, yakni pengembangan industri halal, pengembangan industri keuangan, pengembangan dana sosial syariah serta perluasan usaha syariah.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
"Dan (rapat) ini selain merupakan laporan yang disampaikan oleh masing-masing kementerian dan lembaga (K/L), juga kami merumuskan langkah-langkah percepatan selanjutnya ke depan," jelasnya.
Dalam rapat pleno tersebut dihadiri antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
"Ini KNEKS untuk pertama kalinya mengadakan rapat pleno lengkap, saya sebagai Ketua Harian dan dihadiri oleh Menko bidang Perekonomian dan enam menteri,” katanya.
Sementara itu, Airlangga menyebutkan indeks berbagai kegiatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia mengalami kenaikan peringkat di tingkat global, seperti terlapor dalam Islamic Finance Index.
Perbaikan urutan berbagai sektor ekonomi dan keuangan syariah Indonesia tersebut antara lain di bidang makanan dan minuman halal di posisi keempat, fesyen muslim di posisi ketiga, media rekreasi di posisi kelima, wisata ramah muslim di posisi keenam, kosmetik dan farmasi di posisi keenam serta keuangan syariah di posisi keenam.
"Ekonomi syariah di Indonesia mempunyai peran penting, dimana kontraksi di 2020 lebih rendah daripada ekonomi nasional. Jadi, kontraksinya hanya -1,75 dibandingkan dengan (ekonomi) nasional -2,07," ujar Airlangga.
Guna mempercepat tercapainya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, Airlangga mengatakan perlu penguatan di halal value chain; usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM); regulasi; ekonomi digital; literasi masyarakat serta riset dan inovasi.
.png)

Berita Lainnya
Harga Beras Naik, Mendag Sebut Karena Stok Menipis
Cegah Gelombang PHK, Pemerintah Perkuat Satgas dan Pengawasan Industri Padat Karya
Harga Cabai Mulai Stabil Sedangkan Kentang di Pekanbaru Naik Jelang Ramadhan
Tenang! Selama PSBB Pekanbaru Pasar dan Toko Tetap Buka
Pemerintah Disarankan Jual Minyak Goreng Bersubsidi ke Masyarakat Kelas Bawah
Alami Penurunan, Harga Pinang Kering Dibandrol Rp 11.585 per Kg
BPS Inhil Rilis Data Inflasi Terbaru Kabupaten Indragiri Hilir Oktober 2024
Simak Tips Sukses Investasi Kripto Bagi Pemula
Harga Bahan Pokok di Pasar Terapung Tembilahan Naik, Cabe Mencapai 85 perkilo
Erick Thohir Sebut BUMN Bikin Minyak Goreng Bermerek INL, Harga Rp 14 Ribu
Tenang! Selama PSBB Pekanbaru Pasar dan Toko Tetap Buka
10 Cara Menghasilkan Uang dari Instagram Hampir Tanpa Modal