Pilihan
Kemenko Perekonomian Tegaskan Petani Smallholder Punya Peran Strategis
JAKARTA (INDOVIZKA) - Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan berbagai kebijakan telah dijalankan oleh pemerintah dalam mendukung peningkatan kapasitas petani dengan skala usaha kecil atau smallholder, terutama untuk meningkatkan akses terhadap fasilitas keuangan dan pembiayaan.
"Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus pertanian dirancang dengan berbagai skema, seperti dengan subsidi bunga, tanpa agunan, dan grace period," tutur Musdhalifah dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (13/11/2021).
Ia menilai petani smallholder mempunyai peran strategis dalam perekonomian nasional dan menjadi tulang punggung sistem pangan di Indonesia yang merupakan negara agraris.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Di sub sektor perkebunan khususnya kelapa sawit, distribusi kepemilikan kebun rakyat mencapai luas 6,72 juta hektare atau sebesar 41 persen dari total luas tutupan kelapa sawit.
Angka itu merupakan potensi yang sangat besar dan berkontribusi signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan dari sektor pertanian di Indonesia.
Namun demikian, petani smallholder juga menghadapi berbagai tantangan untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka, salah satunya adalah kurangnya akses terhadap fasilitas keuangan.
“ Tantangan ke depan adalah mensosialisasikan dan mengimplementasikan program-program pemerintah untuk meningkatkan akses dan inklusivitas fasilitas keuangan kepada para petani smallholder di Indonesia yang sangat beragam karakteristik budaya dan tipologinya, serta tersebar di seluruh penjuru Indonesia," papar Musdhalifah.
Hal tersebut, menurut dia, tidak mudah mengingat sulitnya menjangkau petani smallholder yang berada di pelosok, namun pemerintah terus berupaya untuk memberikan yang terbaik untuk para petani tersebut.
Sekadar informasi, dampak perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, sedimentasi, erosi, eksplosi dan hama penyakit yang telah di warning oleh FAO dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak tahun 2020 ini memberikan dampak bagi sektor pertanian khususnya sub sektor tanaman pangan.
Untuk itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya kesiapan sektor pertanian ditengah kuatnya perubahan iklim global. Banyak negara yang saat ini tengah mengalami kesulitan dalam hal produksi pangan. Namun di Indonesia sektor pertanian justru menunjukkan kinerja yang baik.
Menurut data BPS pada Triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen q-to-q.
“ Seluruh dunia saat ini sedang menghadapi masalah, namun Indonesia termasuk 11 negara yang mampu bertahan menghadapi Covid-19. Saya tidak pernah mendengar ada masalah ketahanan pangan, bahkan kita mampu ekspor, nilai ekspor pada tahun 2020 naik 15,79 persen dan tahun 2021 naik 47,96 persen, sehingga hasil ekspor kita hampir Rp500 triliun,“ ungkap Mentan SYL, Jumat (12/11/2021).
.png)

Berita Lainnya
Catat! Inilah Jenis Bahan Pokok Yang Pembeliannya Dibatasi
Omzet Pedagang Keliling di Tembilahan Menurun Akibat Corona
Disubsidi Negara, Harga Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter untuk 6 Bulan ke Depan
Kurs Rupiah Diprediksi Menguat di Akhir Tahun ke Level 14.100 per Dolar AS
Harga Beras di Riau Naik, Ini Penyebabnya
Tahun Ini Pasar Wadai di Tembilahan Ditiadakan
Harga Sudah Turun, Ibu-Ibu Diminta Tak Borong dan Timbun Minyak Goreng
PT APGWI Serahkan Hewan Qurban kepada Masyarakat Sekitar Daerah Operasi
Pemprov Riau Alokasikan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Pasar Murah
Kunjungi Pasar Murah, Wabup Inhil Bersama Disperindag Optimalkan Pasar Murah
BI: Rupiah Jadi Mata Uang Terbaik di Asia
Bantu Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Masyarakat Diminta Berhemat