Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Tenang! Selama PSBB Pekanbaru Pasar dan Toko Tetap Buka
PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Firdaus mengimbau masyarakat tidak panik seiring rencana pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Ia menyebut bahwa pemberlakuan PSBB untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19, Virus Corona.
Firdaus jugas memastikan aktivitas ekonomi tidak terganggu dengan pemberlakuan PSBB. Ia memastikan aktivitas di pasar tradisional resmi tetap berjalan.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Masyarakat tetap bisa berdagang dan berbelanja di pasar untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan. Ia memastikan tidak ada penutupan aktivitas di pasar. Begitu juga toko tetap buka. Pemerintah hanya membatasi jumlah pengunjung yang datang di toko atau pasar.
"Pasar tradisional yang resmi tetap beroperasi. Baik yang dikelola pemerintah ataupun swasta," jelasnya, Senin (13/4/2020).
Firdaus mengingatkan para pedagang dan pengunjung di pasar tetap mengacu pada protokol kesehatan. Mereka juga menjaga jarak.
"Yang tidak diperbolehkan adalah pasar kaget," ulasnya.
Nantinya pekerja di sektor infrastruktur dasar, telekomunikasi, transportasi, listrik dan driver ojek online tetap bisa bekerja.
"Jadi kita pertegas yang tidak boleh keluar rumah hanyalah yang tanpa kepentingan. Kita ingatkan di rumah lebih aman," ulasnya.
Menurutnya, pemberlakuan PSBB di Kota Pekanbaru sudah memperoleh izin dari Menteri Kesehatan RI. Proses sosialisasi pun sudah berlangsung.
Pemberlakuan Perwako yang sudah disusun bakal berlangsung secara bertahap setelah perwako disahkan.
Firdaus juga mengajak daerah yang tergabung dalam Pekansikawan (Pekanbaru, Siak, Kampar dan Pelalawan) bisa bekerjasama saat pemberlakuan PSBB. Ia berharap ada sinergi agar PSBB bisa optimal.
"Kita juga bahas kesiapan dan sienrgi penerapan PSBB bersama semua unsur fokorpimda," terangnya.(*)
.png)

Berita Lainnya
Utang Pemerintah Tembus Rp6.713 Triliun Hingga November 2021
Gerak Cepat, Tekan Inflasi Pemprov Riau Distribusikan 1 Ton Cabe Merah
OJK: Tolong Jangan Pinjam ke Pinjol Jika Tidak Ada Penghasilan
Jelang Lebaran, PT PGN Tbk Pastikan Penyaluran dan Layanan Gas Bumi di 73 Kabupaten/Kota Aman
Sektor Sawit Tulang Punggung Penerimaan Pajak di Riau
5 Warganya Positif Covid-19, Pasar di Kecamatan Enok Ditutup
Pengamat Ekonomi: Indonesia Alami Darurat Konsumsi Rokok, Cukai Rokok Harus Naik
Harga Minyak Goreng di Inhil Stabil, Polisi Pastikan Tak Ada Penyimpangan
3.647 Pekerja dari 89 Badan Usaha di Riau Dirumahkan Akibat Corona
Realisasi Investasi Triwulan Tembus Rp25,3 Triliun
Okejek Duble Promo, Cashback 1.500 dan 30 Persen
Pengajuan BLT UMKM 2021 via Online, Begini Prosedurnya