Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Menhub Budi Dorong Industri Transportasi Berinovasi Demi Ciptakan Lapangan Kerja
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melihat, era disrupsi terjadi saat ini menjadi peluang besar untuk bisa dimanfaatkan seluruh industri di sektor transportasi. Sebab, jika perubahan besar itu tidak dimanfaatkan dan dilaksanakan dengan optimal, maka akan tertinggal.
Dia mencontohkan, bagaimana pertama kali kehadiran transportasi online seperti Go-Jek dan Grab. Dua perusahaan besar itu sempat mendapatkan penolakan dari berbagai hal. Namun, ini harus dilakukan seiring dengan perkembangan dan kesempatan kerja yang besar.
"Kita tahu bahwa ini adalah suatu perubahan yang substansial yang memberikan kesempatan bekerja banyak orang," kata Menhub Budi, dalam acara virtual, Sabtu (5/1).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Menhub Budi ingin, seluruh insan transportasi dapat membuat inovasi-inovasi baru seperti dilakukan oleh Go-Jek dan Grab. Terlebih, bagaimana nantinya ke depan juga bisa berdampak kepada penciptaan lapangan kerja baru.
"Kita keluarkan diskresi untuk melakukan itu jadi kata berubah itu terjadi dengan banyak kesempatan bekerja dan cepat melakukan kegiatan ekonomi yang baru," katanya.
Pendidikan di Perhubungan Diminta Adaptasi dengan Disrupsi
Disrupsi teknologi digital adalah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena hadirnya teknologi digital. Menghadapi perubahan besar itu, insan perhubungan di bidang pendidikan dituntut harus berpikir di luar silabus atau out of the box.
"Kita mendapat kemudahan dari itu, karenanya kita ingin sekali bahwa Insan Perhubungan khususnya yang di pendidikan ini harus Out the Box Harus berpikir tidak pada silabus saja," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Webinar BPSDMP Talkshow Series #1, Sabtu (15/1).
Menurutnya, di era disrupsi ini banyak perubahan yang terjadi begitu cepat dan perubahan itu terkadang tidak disangka. Sehingga, apabila tidak mempersiapkan diri lebih awal maka akan tertinggal.
Oleh karena itu, dalam mengembangkan sumber daya manusia perhubungan, pihaknya melalui BPSDM menerapkan konsep Merdeka Belajar. Merdeka Belajar merupakan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing.
"Kita nanti memperkenalkan pada bagaimana Merdeka belajar itu diterapkan dan ketertinggalan kita apabila ada, itu insya Allah bisa dilakukan. Ini menjadi tuntutan bagi kita bukan dunia pendidikan di tingkat pusat saja," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Capt. Antoni Arif Priadi, mengatakan, konsep Merdeka Belajar memang telah diimplementasikan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
"Saya selaku pembantu Pak Menteri adalah menerapkan mengimplementasikan apa yang menjadi arahan Presiden juga sebenarnya. Di BPSDMP dengan 22 perguruan tinggi, dengan disrupsi dan adanya covid-19, digitalisasi sudah kita mulai pembelajaran secara daring," ucap Antoni.
Semuanya kegiatan proses pendidikan, mulai dari pendaftaran sampai dengan wisuda telah ada perubahan yang menerapkan sistem IT. Sementara, terkait Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) menjadi tantangan baru bagi BPSDMP.
"Karena selama ini kita selalu berpikir bahwa kita ini sekolah vokasi yang kalau mau dilatih jadi pilot ya jadi pilot. Tapi sekarang boleh juga jadi pengusaha yang punya pesawatnya. Nah ini yang kita coba akan kembangkan," pungkas Antoni.
.png)

Berita Lainnya
Viral 174 Turis Asal China Masuk Sumbar, Berikut Penjelasan Operator Bandara
Golkar Nilai Usulan Libur Idul Fitri Diperpendek Patut Dipertimbangkan
Tiga Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Bangka Ditutup
PLN Raih Penghargaan 1st The Best of The Best-Human Capital 2021
Kembangkan Pasar Produk Nasional, Jokowi Minta Benci Produk Luar Negeri Digaungkan
Kata Pengamat Soal Penghapusan Tenaga Honorer di 2023, Terlalu Berlebihan dan Tanpa Solusi
Airlangga Prediksi Pasca Pandemi Covid-19 Kejayaan Ekonomi Milik Asia Pasifik
Ketua Korpri Imbau ASN Taat Larangan Cuti Akhir Tahun
Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Terbentur Pembebasan Lahan
Revisi UU ASN Justru Mempersempit Peluang Honorer K2?
Pemerintah Diminta Larang Masuk WNA Cegah Penyebaran Omicron
Anggota DPR Desak ASN Kembalikan Bansos yang Diterima ke Pemerintah