Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Dinkes Inhil Tolak Masuknya Vaksin CoronaVac
TEMBILAHAN,(INDOVIZKA) - Baru-baru ini Dinas Kesehatan (Dinkes) menolak masuknya vaksin jenis CoronaVac.
Penolakan kedatangan vaksin jenis CoronaVac dikarenakan sudah mendekati kadaluwarsa atau Expired.
Hal tersebut diungkapkan Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Inhil Budi N Pamungkas saat diwawancara oleh wartawan di Halaman Kantor Camat Tembilahan, Selasa (13/4/22).
"Kemarin itu saya dapat telfon katanya CoronaVac mau masuk, kita tolak dong barang mau expired," ucapnya.
Saat di tanya peraturan vaksinasi yang berubah-ubah awalnya tidak boleh dan saat ini diperbolehkan.? Yang dulu tak boleh, sekarang diperbolehkan, untuk vaksinasi booster dulu 6 bulan, sekarang jadi 3 bulan.
Menurut Budi, peraturan vaksinasi bisa berubah - ubah seiring dengan perkembangan pengetahuan para penelitian dunia, ketika perkembangan sekian ratus ribu orang yang setelah di suntik, baru di teliti lagi perkembangannya seperti apa.
"Kemungkinan-kemungkinan edukasi itu bisa terjadi, karena itu semua penelitian di dunia maka ini bisa berubah-ubah. Sekarang sudah melandai, vaksinasi ini bukan lagi vaksinasi yang luar biasa, dia imunisasi," jelasnya.
Budi mempertegas, hasil penelitian dunia hanya sedikit celah human erornya. Hal ini terbukti dari sekian ratus ribu orang yang sudah divaksin, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) nya bisa dikatakan tidak ada.
"Cuman bisa kita yakinkan ya, yang namanya sebuah penelitian kan ada eror ya. Namun, tingkat erornya ini sangat kecil sekali. Yang katanya setelah disuntik 2 jam badannya gatal-gatal, merah, segala macam-macam, dia punya penyakit penyerta, dia punya alergi, setelah ditangani hilang kok," tuturnya.
.png)

Berita Lainnya
Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad Sudah Terima Hampir 6.000 Sampel
Ada yang Lupa? Begini Cara Memasak Nasi yang Enak dan Pulen
Cegah Dini Penyakit Polio di Kampar, Hambali Ingin Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat
Hari Ini, 202 Pasien Covid-19 di Riau Sehat Kembali, Kasus Baru 125 Orang
Kasus HIV AIDS di Riau Meningkat, Didominasi Petani dan Nelayan
Bahaya Minum Sambil Berdiri, Bisa Sebabkan Banyak Penyakit
Periksa Gigi di Klinik Kayu Jati Kini Sudah Bisa Pakai BPJS Kesehatan
RSUD Arifin Achmad Siapkan 4 Ruang Isolasi Khusus untuk Pasien Corona
Kadinkes Inhil Sampaikan Pentingnya Melahirkan di Fasilitas Kesehatan
Dinkes Laksanakan Rapat Evaluasi Pembahasan KKS
Dinkes Riau Minta Apotik Tidak Menjual Obat Sirup
Air Kelapa untuk Asam Lambung, Apakah Bisa?