Pilihan
Inhil Peringkat ke-4 Penderita Gizi Kronis di Riau
INDOVIZKA.COM- Penderita kekurangan gizi kronis (stunting) bagi anak dan balita yang sudah teridentifikasi di Kabupaten Inhil mencapai angka 1.985 orang.
Jumlah ini menempatkan Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini terbanyak ke-4 pengindap Stunting di Riau.
"Inhil masuk peringkat 4 terbanyak di Riau. Namun, persentase jumlah tersebut masih berada di bawah 14 persen sebagaimana standar nasional. Di Riau, Inhil juga tidak menjadi locus pengentasan stunting," ungkap Rahmi Indrasuri, Sekretaris Dinas Kesehatan dalam konferensi pers di Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Kamis (13/2/2020).
- Owner Almaz Fried Chicken Mengundurkan Diri di Saat Brand Tengah Bermasalah
- 6 Manfaat Rebusan Daun Dibawah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
- Dinkes Pekanbaru Anggarkan Layanan Kesehatan Doctor On Call
- Dinkes Inhil Gelar Pembekalan Kesehatan kepada 303 Calon Jama'ah Haji
- Dinkes Inhil Canangkan BIAN se-Kecamatan Tembilahan Hulu
Terkait hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan mengagendakan pelaksanaan program Gerakan SATU HATI yang akan digelar secara serentak pada 20 Februari 2020 mendatang di seluruh desa di 20 Kecamatan se- Inhil.
Tujuannya adalah dalam rangka pengentasan kasus stunting atau masalah gizi kronis di seluruh kawasan Kabupaten Inhil.
"Program Gerakan Satu Hati nantinya akan dilaksanakan di 3 locus yakni di Kelurahan Kempas Jaya, Kota Baru dan Guntung. 3 locus itu, masing-masing akan dihadiri Bupati, Wakil Bupati dan Sekda. Dan nanti, akan ada video conference yang menghubungkan 3 lokasi kegiatan tersebut," tutur Rahmi.
Lebih lanjut, Rahmi menuturkan, Gerakan Satu Hati ini akan dibagi ke dalam sejumlah kegiatan, yaitu Penimbangan Serentak, Sapta Desa (Sarapan Tambahan Anak di Desa), Pemberian Vitamin A, Imunisasi Lengkap, Pemeriksaan Ibu Hamil dan Ibu Menyusui serta KB (Keluarga Berencana).
"Pelaksanaan Gerakan Satu Hati juga menggandeng beberapa instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil, termasuk TP PKK Kabupaten Inhil sebagai mitra," pungkas Rahmi.
Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, dikatakan Rahmi, menargetkan 80 persen anak/balita dari total keseluruhan anak/balita pengidap stunting dapat mengikuti program Gerakan Satu Hati.
"Kalau target tidak tercapai kami akan sweeping ke rumah-rumah anak maupun balita penderita stunting. Sebenarnya, untuk mengatasi stunting kami dari Dinas Kesehatan juga secara rutin mengadakan di Puskesmas dan Posyandu. Namun, dalam program Gerakan Satu Hati ini pelaksanaannya serentak," jelas Rahmi.
Terakhir, Rahmi mengimbau, agar seluruh orang tua, khususnya yang memiliki anak atau balita pengidap stunting dapat membawa anak atau balitanya ke Puskesmas maupun Posyandu terdekat guna pemeriksaan dalam program Gerakan Satu Hati pada 20 Februari 2020. (*)
.png)

Berita Lainnya
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir Tingkatkan Sosialisasi Penanganan Malaria
Pasien PDP Covid-19 di RSUD Puri Husada Tembilahan Meninggal Dunia
COVID-19 Kembali Renggut Seorang Nyawa Dokter di Pekanbaru
Siaga Flu Burung, Pemrov Riau Siapkan Ruangan Isolasi
Kasus Stunting di Kuindra Alami Peningkatan di Tahun 2024
Resolusi 2022 Menurunkan Berat Badan, Lupakan Makanan Ini
Puskesmas Tembilahan Hulu Bersama YAPHI Lakukan Inovasi Pesan Sehat
Hindari Penyebaran Covid-19, Semua Pintu Masuk Perbatasan Riau Kembali Diperketat
Kemenkes Tegaskan Varian Omicron Belum Masuk Indonesia
5 Hal yang Harus Dilakukan saat Susah Tidur, Jangan Lihat Jam
3 Tahun Terakhir, Kasus Stunting di Kecamatan Tempuling Terus Menurun
8 Negara Afrika yang Warganya Dilarang Masuk RI Cegah Varian Omicron