Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
167.000 Anak Putus Sekolah di Riau Jadi Perhatian Khusus, Tim Satgas Pantas Disdik Riau Lakukan Verifikasi Data
INDOVIZKA.COM - Masalah putus sekolah yang dihadapi oleh anak-anak di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, masih menjadi perhatian serius.
Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), terdapat sekitar 167.000 anak usia sekolah di Provinsi Riau yang terdaftar sebagai anak putus sekolah.
Oleh karena itu, Tim Satgas Pengentasan Anak Tidak Sekolah (Pantas) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau tengah melakukan verifikasi data untuk menentukan solusi yang tepat.
Ketua Tim Satgas Pantas Disdik Riau, Pahmijan mengatakan terlebih dahulu akan verifikasi jumlah anak putus sekolah di Riau agar lebih mudah menentukan solusi terbaik.
"Data ini perlu diverifikasi terlebih dahulu, benar apa tidak ada sekitar 167.000 anak usia sekolah di Riau putus sekolah. Verifikasi ini untuk memudahkan kami sebagai Tim Satgas Pantas untuk menentukan solusi tepat untuk anak-anak yang putus sekolah ini."
Ia juga membenarkan bahwa jumlah anak putus sekolah di Riau meningkat selama pandemi Covid-19.
"Tidak dapat dipungkiri, anak-anak putus sekolah di Riau ini, permasalahannya karena faktor ekonomi. Apalagi selama pandemi Covid-19 kemarin. Namun, ada juga yang anak orang kaya tapi tidak mau sekolah lagi, atau ada yang menikah muda, banyak hal," ungkapnya.
Tim Satgas Pantas Disdik Riau akan mencari solusi terbaik bagi anak-anak putus sekolah di Provinsi Riau.
"Misalnya, setelah diverifikasi ternyata anak ini memang putus sekolah karena himpitan ekonomi keluarganya. Kami akan menanyakan masih mau lanjut sekolah atau tidak, pendidikan formal atau non formal atau mau kejar paket. Mana yang tidak bisa pendidikan formal akan kami salurkan ke pendidikan non formal paket A (SD), B (SMP) dan C (SMA)," jelas Pahmijan.
Pahmijan juga menggesa verifikasi data anak putus sekolah yang ada di Kota Pekanbaru. "Kalau dari data BKKBN, anak putus sekolah di Pekanbaru ini mencapai 17.000 anak. Ini masih kita verifikasi selama seminggu ini, tunggu nanti hasil verifikasinya bagaimana," ujarnya.
Diharapkan, dengan adanya verifikasi data dan upaya dari Tim Satgas Pantas Disdik Riau, dapat memberikan solusi terbaik bagi anak-anak putus sekolah di Provinsi Riau dan meminimalisir jumlah anak putus sekolah di masa depan.
.png)

Berita Lainnya
Monitoring ke PLN Tembilahan, Abdul Wahid Pastikan Elektrifikasi di Wilayah Pinggiran
RA Nursyahira Sukses Gelar Wisuda 40 Murid Angkatan Ke II Tahun Ajaran 2024-2025
Nadiem Larang USBN karena Miniatur Ujian Nasional, Ini Sebabnya
Kemenkominfo Gelar Webinar untuk Komunitas Pendidikan di Kampar
Perdana, THR Tahun Ini Diberikan ke Guru dan Dosen di Daerah
Raih Juara 1 Lomba Azan, Afiq Putra Asli Inhil Dapatkan Beasiswa ke Mesir
Bunda Literasi Inhil Sambut Hangat Kunjungan FTBM
Reuni Akbar SMANSA Bangkinang 30 Tahun Angkatan 92, Ini Harapannya
Dua Guru SDN 032 Tembilahan Terpapar Covid-19, Sekolah Lakukan Pembelajaran Daring
Saat Perpisahan, Kepala SMPN 4 Mandah Ingatkan Siswanya Giat Belajar Raih Cita-cita
Edukasi Sikap Cekat Tanggap Terhadap Bencana Alam, PAUD Nurul Falah Kunjungi BPBD Inhil
Kadisdik Inhil Kunjungi SMPN 01 Enok, Guru Sampaikan Aspirasi Sarpas dan Giat Belajar Siswa