Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Turun, Nilai Ekspor Riau Bulan Februari 6,65 Persen
INDOVIZKA.COM - Nilai ekspor Riau pada Bulan Februari 2023 sebesar US$ 1,57 miliar atau mengalami penurunan sebesar 6,65 persen dibanding ekspor Bulan Januari 2023.
"Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor nonmigas sebesar 6,43 persen sekaligus penurunan ekspor migas sebesar 9,78 persen," ujar Plt Kepala BPS Riau Ajid Hajiji, Sabtu (19/3/2023).
Ia mengatakan ekspor nonmigas dari US$ 1,57 miliar pada Bulan Januari 2023 turun menjadi US$ 1,47 miliar pada Bulan Februari 2023.
"Sementara itu, ekspor migas mengalami penurunan dari US$ 112,61 juta pada Bulan Januari 2023 turun menjadi US$ 101,60 juta pada Bulan Februari 2023," cakapnya.
Dikatakan Ajid, pada Bulan Februari 2023, dari 10 golongan barang ekspor nonmigas terbesar, delapan golongan mengalami penurunan dibanding Januari 2023.
Penurunan yang terbesar terjadi pada kelompok Lemak & Minyak Hewan/Nabati yaitu sebesar US$ 67,59 juta, diikuti oleh Berbagai Produk Kimia sebesar US$ 22,32 juta, Kertas dan Karton sebesar US$ 21,30 juta, Ampas dan Sisa Industri Makanan sebesar US$ 7,20 juta, Bahan-bahan Nabati sebesar US$ 6,20 juta, Bahan Kimia Organik sebesar US$ 2,48 juta, Tembakau sebesar US$ 0,93 juta, dan Serat Stapel Buatan sebesar US$ 0,17 juta.
"Sedangkan kelompok barang yang mengalami kenaikan hanya golongan Bubur Kayu (Pulp) dengan kenaikan sebesar US$ 24,77 juta dan Berbagai Makanan Olahan sebesar US$ 1,51 juta," ungkapnya.
Lanjut Ajid, selama Januari-Februari 2023, nilai ekspor Riau mengalami penurunan sebesar 2,76 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya ekspor nonmigas sebesar 2,28 persen dan ekspor migas sebesar 9,11 persen.
"Penurunan ekspor migas disebabkan oleh turunnya ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 29,59 persen," jelasnya.
Selama Januari-Februari 2023, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas memberikan kontribusi sebesar 99,29 persen terhadap total ekspor nonmigas.
"Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama nonmigas tersebut mengalami penurunan sebesar 2,35 persen terhadap periode yang sama tahun 2022," pungkasnya.
.png)

Berita Lainnya
Negosiasi Damai Rusia-Ukraina Mulai, Ini Syarat Putin
Menkum HAM Yasonna Laoly yakin tak bakal di-reshuffle Jokowi
Alat Rapid Test Impor Tak Dipercaya, Pepaya Dites Hasilnya Positif
Senjata Perang Israel Ditahan Pekerja Pelabuhan Pro-Palestina
Biar Bisa Diajak ke Bulan, 20.000 Wanita Mendaftar Jadi Calon Pacar Miliarder Jepang
Thailand Bakal Bagi-bagi 1 Juta Pohon Ganja ke Rumah-rumah
Kematian Akibat Covid-19 di Rusia Naik, Aturan Diperketat
Corona di Seluruh Dunia Tembus 10 Juta Kasus
Presiden Iran Ancam Musnahkan Israel Jika Berani Menyerang Lagi
Rusia-Ukraina Perang, Ini Dampaknya bagi Indonesia
Rusuh Unjuk Rasa UU Anti-Muslim India, Ratusan Orang Ditahan
Sidang Pemakzulan Trump Dimulai Pekan Depan