Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
WHO: Penyebaran Virus Corona Tidak Terpengaruh Musim
INDOVIZKA.COM - Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Harris mengatakan jika penyebaran virus corona dalam gelombang besar tidak terpengaruh musim yang sedang terjadi seperti halnya influenza.
"Musim tampaknya tidak memengaruhi penyebaran virus saat ini. Apayang mempengaruhi penularan virus yakni pertemuan massal, orang-orang tidak menjaga jarak, tidak mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan mereka tidak berada dalam jarak dekat kontak," ujar Harris saat berbicara dengan stasiun radio Irlandia, Newstalk.
"Orang-orang masih beranggapan ini ada kaitannya dengan musim. Apa yang kita semua perlu waspadai adalah bahwa virus ini baru dan memiliki perilaku berbeda," ucapnya menambahkan.
- Meskipun Dihadang Israel, 80.000 Jemaah Palestina Tetap Salat Jumat di Masjid Al-Aqsa
- Aleix Espargaro Juarai MotoGP Inggris 2023
- WHO Peringatkan Setengah Populasi Dunia Berisiko Terjangkit DBD
- Declan Rice Resmi Bergabung Dengan Arsenal.
- Akan Meninggal Livepool, ini 6 Kandidat Calon Pengganti Jordan Henderson
Ia mengingatkan agar semua orang tidak berpuas diri apabila kasus Covid-19 di negaranya mengalami penurunan atau pelonggaran lockdown.
"Sayangnya orang menafsirkan akhir dari penguncian wilayah sebagai akhir dari wabah. Padahal pelonggaran lockdown merupakan saat ketika Anda harus meningkatkan kewaspadaan," ucapnya memperingatkan.
Namun ia mengatakan pelonggaran lockdown justru membuat banyak orang terlena dan lebih santai, maka tak mengherankan jika terjadi kenaikan jumlah infeksi.
Terlebih menurutnya banyak generasi muda yang justru terlena dan menganggap pelanggaran lockdown sebagai momen mereka untuk menikmati liburan dan menggelar pesta.
"Memang kita semua hanya sekali menikmati masa muda. Tetapi lebih mudah bagi orang tua seperti saya untuk tetap tinggal di rumah. Tetapi harus diingat kalau pandemi ini membuat kita berpikir kalau kamu hanya punya kesempatan hidup sekali dan hanya ada satu keluarga," katanya.
WHO mengatakan telah menerima laporan dari otoritas sipil dan kesehatan mengenai proporsi kasus baru yang lebih tinggi di kalangan anak muda.
Pernyataan Harris ini disampaikan di tengah kemunculan gelombang kedua Covid-19 di sejumlah negara, termasuk Prancis, Spanyol, Jerman, Hong Kong, Australia, China, hingga Vietnam.
Direktur regional WHO untuk Eropa, Hans Kluge mengatakan jika peningkatan kasus Covid-19 di kawasan Eropa terjadi dalam beberapa pekan terakhir karena warganya merasa bosan tinggal di rumah dan memilih keluar untuk menghabiskan liburan musim panas.
"Apakah ini gelombang pertama atau kedua - yang kita tahu adalah bahwa itu sebagai konsekuensi dari perubahan perilaku manusia," ujar Kluge.
Kluge mengatakan sangat optimis warga dunia bisa memerangi virus corona, tetapi tetap memperingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir dalam waktu dekat.
Data statistik John Hopkins University mencatat hingga saat ini ada 16.829.840 kasus Covid-19. Angka kematian akibat virus corona di seluru dunia mencapai 662.297.
Sumber: CNN
.png)

Berita Lainnya
Kisah Pernikahan Berujung Corona: 37 Tamu Positif Terjangkit
Biden Sebut Powell Orang yang Tepat untuk Pulihkan Ekonomi AS
Semakin Mengerikan! Beginilah Kekuatan Angkatan Laut Cina
Korban Tewas di Gaza Bertambah Jadi 109 Orang
Ini Penyebab Suhu Panas Ekstrem Landa Indonesia dan Asia
Negara Ini Sahkan Undang-undang Anti-Pemerkosaan dengan Hukuman Kebiri
Jenderal Top Iran Tewas dalam Serangan AS "atas Arahan Presiden"
Muazin Masjid di London Ditikam Saat Salat Asar
Polda Sulsel klaim kasus korupsi ditangani meningkat
600.000 Masker N95 dari China Dikembalikan Karena Cacat Produksi
Pemerintah Ingin Indonesia Masuk 10 Besar Negara Digital
Total Kasus Corona Lampaui 236 Ribu, India Geser Italia