Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Parah! Orang Kaya Ikut Daftar Jadi Penerima Bantuan Covid-19
PEKANBARU-Bantuan sosial bagi masyarakat di Kota Pekanbaru yang terdampak Covid-19 hingga Rabu (22/4/2020) belum kunjung tersalur. Padahal Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Pekanbaru sudah berlangsung selama hampir satu pekan.
Masyarakat sangat menanti bantuan itu. Apalagi aktivitas masyarakat makin terbatas selama PSBB. Tim Kajian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru masih melakukan verifikasi terhadap data calon penerima bantuan sosial.
Mereka mengantisipasi adanya data ganda atau data tumpang tindih. Apalagi sempat ada temuan orang kaya yang ikut mendaftar sebagai calon penerima bantuan sosial. Tim sempat mendapati laporan tersebut.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
"Banyak sekali informasi, bahkan katanya ada orang kaya yang mendaftar," jelas Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, Rabu (22/4/2020).
Menurutnya, Dinas Sosial Kota Pekanbaru sedang melakukan finalisasi terhadap data jumlah penerima bantuan sosial selama beberapa hari ini. Mereka fokus pada data calon penerima bantuan Cadangan Besar Pemerintah (CBP) sebanyak 100 ton.
"Saat ini finalisasi, ada juga validasi agar bisa disalurkan dengan tepat sasaran" terangnya di tribun.
Tim juga sedang mendata masyarakat yang terkena dampak covid-19 di Kota Pekanbaru. Bantuan ini bakal disalurkan saat masyarakat sangat membutuhkan bantuan tersebut.
Ingot mengaku belum bisa menyampaikan data jumlah penerima bantuan. Ia menyebutkan, saat ini masih berupa data mentah. Ada sekitar puluhan ribu calon penerima bantuan ini.
Tim pun melakukan verifikasi terhadap calon penerima bantuan. Mereka ingin memastikan calon penerima layak menerima bantuan sosial tersebut. Kuotanya pun berdasarkan calon penerima yang butuh bantuan untuk masyatakat rentan miskin.
"Kalau masyarakat miskin sudah ada bantuan rutin untuk mereka. Data jumlah calon penerima sedang kita gesa," katanya lagi.
Ia menyebut ada sejumlah mekanisme dalam proses pendataan calon penerima bantuan ini.
Proses pendataan dan validasi data dilakukan oleh para RT dan RW. Nantinya data tersebut mendapat pengesahan dari lurah dan camat.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak gampang percaya dengan jalur pendataan lain selain dari RT dan RW.
"Kalau ada orang lain mendata selain RT atau RW, ini harus dipertanyakan. Bisa jadi ada bantuan dari pihak lain atau hoaks," paparnya.
Ingot mengingatkan agar masyarakat bisa berhati-hati dalam kondisi saat ini. Ada saja pihak yang mencoba mengambil kesempatan di air keruh.
"Kalau bantuan itu dari pemerintah pasti melalui RT atau RW dan disahkan lurah dan camat," ulasnya.(*)
.png)

Berita Lainnya
Didampingi Kadisperinaker Kampar, Hambali Terima Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan
Pleno Rekapitulasi Suara PSU Pilkada Rohul Tingkat Kecamatan Tuntas, Ini Hasilnya
Mengundurkan Diri Sebagai Kepala BKD Riau, Mamun Murod Pilih Pensiun dan Fokus Keluarga
Alhamdulillah, PWI Riau Lanjutkan Tradisi Berbagi di Idul Adha
DP2KBP3A Gelar Pertemuan Koordinasi Tim Pendamping Keluarga Provinsi Riau 2024
Ikuti Rapid Test, Seorang TKS Diskes Dumai Positif Covid-19
Hadiri Pelantikan Pengurus DPD I Golkar Riau, Ini Ucapan Ketua DPRD Inhil
Rakerda dan Bimtek SMSI Riau akan Hadirkan Pembicara dari Google
475 ASN dan Honorer DLHK Inhil Ikuti Vaksinasi Covid-19
Dapur MBG Beli Borongan, Harga Ayam,Telur dan Sayuran Meroket Ibu-ibu Menjerit
Berbagai Tantangan di Wilayah Pesisir Inhil Terkait Pelanggaran Hukum Laut
Hati-Hati Penipuan Mengatasnamakan Anggota DPRD Provinsi Riau H Dani M Nursalam