Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Harga Bahan Pokok di Pasar Terapung Tembilahan Naik, Cabe Mencapai 85 perkilo
INDOVIZKA.COM – Harga bahan pokok di Pasar Terapung Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan warga, terutama para ibu rumah tangga yang merasa beban belanja semakin berat.
Salah satu warga, Yanti (35), mengatakan harga-harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik tanpa pemberitahuan yang jelas. Ia menyebutkan sejumlah bahan yang ia beli hari ini mengalami kenaikan signifikan.
"Tadi saya belanja ayam harganya sudah Rp 43 ribu per kilogram bawang merah Rp 35 ribu per kilogram, cabe merah Rp 60 ribu, cabe rawit Rp 40 ribu, dan bawang putih Rp 32 ribu. Itu pun harus pintar-pintar cari yang murah," ujar Yanti saat ditemui di Pasar Terapung, Jum'at (12/9/2025).
Yang membuat warga semakin terkejut, kata Yanti, adalah adanya pedagang yang menjual cabe dengan harga jauh di atas pasaran.
"Tadi saya sempat tanya di satu kios, harga cabe malah tembus Rp 85 ribu per kilo. Ya jelas kaget, biasanya nggak segitu. Harga makin nggak masuk akal," keluhnya.
Kondisi ini membuat warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat untuk mengendalikan harga bahan pokok, khususnya menjelang akhir tahun yang biasanya diikuti lonjakan permintaan.
"Harapan kami, pemerintah tolong jangan diam. Minimal ada operasi pasar atau kontrol langsung ke lapangan. Jangan sampai kami masyarakat kecil yang jadi korban," tambah Yanti.
Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang juga mengakui bahwa harga dari distributor mengalami kenaikan. Mereka mengaku hanya mengikuti harga pasokan yang mereka terima.
"Kami juga bingung, harga dari agen udah tinggi, mau nggak mau jualnya ikut naik. Kalau nggak, kami rugi," ujar, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perdagangan atau instansi terkait di Kabupaten Indragiri Hilir soal penyebab pasti kenaikan harga ini. Namun, diduga faktor distribusi, cuaca, dan fluktuasi pasokan menjadi penyebab utama lonjakan harga sejumlah komoditas.
Masyarakat pun berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret agar harga kebutuhan pokok bisa kembali stabil.
.png)

Berita Lainnya
Hampir Setahun Kasasi Ditolak, Raja Thamris
Harga Minyak Melonjak Tajam Tembus USD 88 per Barel
Berburu Minyak Goreng dan Telur, Emak-emak Serbu Pasar Murah Disperindag
Naik 19,81 Persen, Ekspor Riau Bulan Maret US$ 1,96 Miliar
Daftar Merek Besar yang Terkapar Akibat Corona
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pemkab Kampar Gelar GPM Stabilkan Harga
Satgas Pangan Polri Ungkap Kenaikan Minyak Goreng Akibat Bahan Baku Produksi Melonjak
Penutupan Pasar di Tembilahan Karena Covid-19 Hoax
Wamen BUMN: Keuangan Garuda Indonesia akan Kembali Sehat
Jamin Stok Beras, Pemprov Koordinasi dengan Sumbar dan Sumsel
100 Ton Lidi Sawit Riau Terbang ke India dan Pakistan Setiap Bulan
OJK Catat 7,19 Juta Investor Pasar Modal per 2021, Setengahnya Generasi Milenial