Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pemprov Riau Alokasikan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Pasar Murah
PEKANBARU, INDOVIZKA.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tahun ini mengalokasikan anggaran Rp1,3 miliar untuk kegiatan pasar murah di kabupaten kota. Pasar murah tersebut nantinya dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga sembako dan menurunkan inflasi.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Riau, M Taufiq OH, Ahad (28/1/2024). Dia mengatakan, seperti tahun sebelumnya kegiatan operasi pasar murah juga kembali dilaksanakan tahun ini. Namun untuk lokasinya belum ditentukan.
"Tahun ini kami anggarkan Rp1,3 miliar untuk kegiatan pasar murah di Riau. Kegiatan ini untuk menurunkan inflasi di Riau," kata Taufiq OH, Ahad (28/1/2024).
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Taufiq menyampaikan, lokasi pelaksanaan pasar murah nanti akan disesuaikan, terutama di daerah yang sedang terjadi inflasi. Karena tujuan dari pasar murah ini yakni untuk menurunkan atau mengintervensi inflasi di daerah tersebut.
"Kalau untuk lokasinya akan disesuaikan nantinya, intinya daerah yang sedang terjadi inflasi maka akan dilakukan operasi pasar murah. Tujuannya agar inflasinya bisa segera turun, dan harga dapat kembali normal," sebutnya.
Dengan anggaran tersebut, lanjut Taufiq, pihaknya menargetkan akan melaksanakan pasar murah di beberapa titik. Nantinya, selain menggunakan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Riau, pasar murah juga didukung dengan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
"Jadi selain menggunakan APBD kita juga nantinya mendapatkan dukungan dari APBN. Jika nantinya anggaran untuk kegiatan pasar murah sudah habis, namun masyarakat masih memerlukan intervensi dari pemerintah untuk menurunkan inflasi. Maka bisa mengajukan anggaran untuk melaksanakan kegiatan serupa melalui dana Biaya Tak Terduga (BTT)," tutupnya.**
.png)

Berita Lainnya
Dua Nama Calon Komut Bank Riau Kepri Diteruskan ke OJK
Investasi Masuk Pekanbaru Capai Rp3,096 Triliun
Subsidi Bakal Dicabut, Harga Minyak Goreng Curah di Pekanbaru Masih Rp17.000 perkilo
September 2021, Tembilahan Mengalami Inflasi 0,41 Persen
Utang Pemerintah Tembus Rp6.713 Triliun Hingga November 2021
Ditjen Pajak Pastikan Pengenaan PPN Tidak untuk Sembako di Pasar Tradisional
Harga TBS Sawit Plasma di Riau Turun Minggu ini
Pinang Kering Turun, Kelapa Butiran Naik Pekan Ini
Pembeli Rokok Diprediksi Berkurang Tahun Ini
Harga Minyak Goreng Curah Ditetapkan Rp14 Ribu Perliter
Erick Thohir Sebut BUMN Bikin Minyak Goreng Bermerek INL, Harga Rp 14 Ribu
Harga Pertalite Resmi Naik, Pembelian BBM di SPBU Tempuling Dijaga Aparat Berwajib