Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Erick Thohir Sebut Model Bisnis Garuda Salah dari Awal, Berlanjut Puluhan Tahun
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bisnis model PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. telah salah selama ini.
"Sejak awal business model-nya sudah salah dan ini sudah berlanjut puluhan tahun," kata Erick dalam acara Kick Andy Show, dikutip Senin, 15 November 2021.
Erick menjelaskan, selama ini Garuda Indonesia dimanjakan dengan pasar domestik yang sangat kuat. Akhirnya, oknum dalam perseroan tersebut lebih suka untuk membuka pemikiran bisnis ke luar negeri.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Akibatnya, maskapai penerbangan pelat merah itu memiliki jenis pesawat yang bermacam-macam. Hal ini berdampak pada jumlah pesawat yang terlalu banyak dan biaya sewa yang sangat mahal dan harus dibayar kepada lessor.
Oknum tersebut, kata Erick, yang kemudian membuat skenario kalau terbang ke daerah tertentu harus pakai jenis pesawat khusus. "Itu akhirnya lessor atau sewa pesawat kita paling banyak di dunia jumlah dan model pesawatnya yang akhirnya juga kita paling mahal sewa pesawatnya, yaitu 28 persen padahal rata-rata dunia 6 persen daripada cost operasional," ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa permasalahan yang dihadapi emiten berkode saham GIAA itu bukan semata-mata akibat kejadian hari ini. Hal tersebut disebabkan ulah oknum yang mencari uang di sewa-sewa pesawat selama puluhan tahun.
Oleh karena itu, kata Erick, bisnis model Garuda Indonesia dan Citilink harus kembali ke market lokal. Apalagi potensi domestik masih sangat besar.
"Jadi kalau Garuda atau Citilink fokus aja di dalam negeri dia punya revenue yang jauh lebih sehat. Bisnis modelnya harus fokus dalam negeri untuk beberapa tahun ke depan untuk menyehatkan keuangan Garuda," kata Erick Thohir.
.png)

Berita Lainnya
Setelah 2 Dekade Sukses Berbisnis Waralaba, Kini Luncurkan Platform Online untuk Buka Outlet
Digitalisasi Koperasi dan UMKM Penting untuk Modernisasi Ekonomi Indonesia
Fitra Riau Rilis Indeks KIA, 7 Daerah di Riau Masuk Kategori Rendah Indeks Keterbukaan Informasi Anggaran
100 Ton Lidi Sawit Riau Terbang ke India dan Pakistan Setiap Bulan
Pemprov Riau Alokasikan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Pasar Murah
4000 Ekor Ikan Lele Ditabur di Keramba Kodim 0314/Inhil
23 Ribu UMKM Riau Terima Bantuan Pusat Sebesar Rp2,4 Juta
Seleksi Dirut BRK Syariah Dibuka Jumat Lusa, Siapa Berminat?
Jelang Ramadan Harga Cabai-Beras Mahal di Pekanbaru, Emak-emak Menjerit
Kemenkeu Catat Kekayaan Negara Berupa Tanah 12 Universitas Negeri Bernilai Rp 161 T
Harga Beras di Riau Naik, Ini Penyebabnya
Kemenkeu Blokir Sementara Anggaran Kementerian/Lembaga Rp39 Triliun, Kenapa?