Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Indonesia Menuju Pucuk Kepemimpinan Dewan HAM PBB, DPR Ingatkan Reformasi HAM Nasional
JAKARTA,INDOVIZKA.COM-Indonesia akan resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) di Jenewa, Swiss, pada Kamis (8/1/2025).
Rencana penetapan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto, pada Senin (5/1/2025).
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mafirion, menilai penunjukan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB merupakan capaian diplomasi yang sangat strategis sekaligus amanah besar di tingkat global.
“Menjadi Presiden Dewan HAM PBB bukan sekadar prestise internasional, melainkan tanggung jawab besar untuk memimpin dengan keteladanan, dialog, dan prinsip keadilan global,” ujar Mafirion di Jakarta, Rabu (7/1/2025).
Menurut Mafirion, posisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu aktor kunci dalam kepemimpinan global di bidang hak asasi manusia.
Kepercayaan internasional ini akan memperkuat posisi tawar diplomatik Indonesia di berbagai forum internasional, sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai negara demokrasi besar yang mampu menjadi penyeimbang dan jembatan dialog di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah keuntungan strategis yang dapat diperoleh Indonesia dari jabatan tersebut, antara lain penguatan posisi diplomatik global. Dengan menjabat Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia memiliki peran langsung dalam penentuan agenda serta proses pengambilan keputusan.
“Selain itu, sebagai representasi Global South, Indonesia memiliki ruang yang lebih luas untuk mengangkat isu-isu HAM dari perspektif negara berkembang, seperti hak atas pembangunan, keadilan sosial, pengentasan kemiskinan, hingga dampak perubahan iklim terhadap kelompok rentan,” ungkapnya.
Mafirion juga menilai penunjukan ini akan meningkatkan citra dan kredibilitas internasional Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, perdamaian, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Indonesia pun dinilai dapat memberikan pengaruh lebih besar terhadap arah kebijakan HAM global melalui pendekatan dialog, kerja sama, serta upaya mencegah politisasi isu HAM yang kerap terjadi di forum internasional.
“Lebih dari itu, kepemimpinan di Dewan HAM PBB berpotensi menjadi dorongan kuat bagi percepatan reformasi HAM di dalam negeri. Standar dan perhatian internasional yang meningkat harus dijadikan pemicu untuk memperbaiki sistem perlindungan HAM nasional secara nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB juga akan memperkuat kepemimpinan Indonesia di kawasan ASEAN, khususnya dalam isu-isu HAM regional dan kemanusiaan. Dampak tidak langsungnya adalah meningkatnya kepercayaan global terhadap stabilitas hukum dan politik Indonesia, yang pada akhirnya dapat menciptakan iklim investasi dan ekonomi yang lebih kondusif.
Meski demikian, Mafirion mengingatkan bahwa kepemimpinan di Dewan HAM PBB harus diiringi dengan konsistensi penerapan prinsip-prinsip HAM di dalam negeri.
“Sebagai Presiden Dewan HAM PBB, Indonesia harus memberi contoh. Penerapan prinsip HAM di dalam negeri menjadi kunci agar kepemimpinan Indonesia dihormati dan memiliki legitimasi moral,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemajuan HAM harus berjalan seiring dengan upaya menjaga perdamaian, mendorong pembangunan berkelanjutan, serta menghormati keberagaman budaya tanpa mengurangi substansi dan prinsip universal hak asasi manusia.
“Kepemimpinan ini harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memajukan pendekatan HAM yang inklusif, berimbang, dan berorientasi pada solusi, sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif,” pungkas Mafirion.
.png)

Berita Lainnya
Sebelum 15 Juli, Semua Daerah sudah Cairkan Dana Pilkada
RUU TPKS Akan Disahkan Jadi Undang-Undang Hari ini
Perekrutan 2.084 Calon Guru PPPK Terancam Dibatalkan
Demokrat dan PKB Tolak PPN Sembako, Khawatir Usik Stabilitas
Pemerintah Resmi Larang Mudik Lebaran, Luhut: Kita Tidak Punya Pilihan
Cara Agar Ramadan 2022 Bebas Lonjakan Covid-19
Ini 6 Istilah Baru Seputar Covid-19 dari Pemerintah
Wow! Uang Sebanyak Rp 2,08 Triliun di Papua Dimusnahkan
Jalur Sumbar-Riau Retak Sepanjang 30 Km, Pengendara Diharap Hati-hati
Presiden: Covid-19 Masih Ada dan Nyata
PNS Diminta Tak Khawatir Soal Fasilitas di Ibu Kota Baru
Bambang Brodjonegoro Sedih Jadi Menristek Terakhir