Memperkuat Kesadaran Akan Kesehatan Keselamatan Kerja Siswa Jurusan Agribisnis Perikanan Dan Penggunaan APD (Alat pelindung diri) SMK Pertanian Terpadu Pekanbaru

Raihanatu Binqalbi Ruzain, M.Kes dan tim. (istimewa)

SMK Negeri Pertanian Terpadu Pekanbaru merupakan sekolah vokasi yang berfokus pada bidang pertanian dan perikanan, di mana aktivitas praktiknya memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi. 

Namun, hasil observasi menunjukkan adanya knowing-doing gap, yaitu kondisi di mana siswa sudah memahami teori K3 tetapi belum disiplin menerapkannya di lapangan.    
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh dosen yaitu dr. Raihanatu Binqalbi Ruzain, M.Kes dan bersama mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR), yakni Indah Lidia Apriliani, Khanavalia Marfarainninza Milandry, Revina Ramadhani, Salsha Faradina Basri, dan Muhamad Firdaus, melakukan kegiatan psikoedukasi untuk Memperkuat Kesadaran akan Kesehatan Keselamatan kerja dan penggunaan APD, pada siswa Jurusan Agribisnis Perikanan SMK Pertanian Terpadu Pekanbaru, didapati adanya knowing-doing gap, yaitu kondisi di mana siswa sudah memahami teori K3 tetapi belum disiplin menerapkannya di lapangan dan rendahnya kesadaran akan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) karena faktor kenyamanan dan pengaruh teman sebaya pada usia remaja,serta terdapat kesenjangan antara teori yang pernah didengar dengan perilaku disiplin di lapangan.

Lima potensi bahaya yang sebelumnya tidak disadari oleh siswa meliputi faktor fisika berupa permukaan kolam yang licin yang berisiko menyebabkan cedera kepala hingga patah tulang serta paparan suhu ekstrem yang menurunkan fokus kerja, selanjutnya ada bahaya biologis dari infeksi bakteri air (Aeromonas) dan sengatan hewan akuatik yang dapat mengakibatkan luka terbuka, infeksi sekunder, atau reaksi alergi akibat racun dari hewan tersebut selain itu, terdapat risiko dari faktor kimia akibat paparan klorin disinfektan yang dapat merusak sistem pernapasan, faktor ergonomi karena kebiasaan mengangkat beban berat secara manual yang memicu nyeri punggung kronis, dan yang terakhir faktor psikososial berupa konflik antar-teman yang meningkatkan stres dan menurunkan kepatuhan pada aturan keselamatan.

Setelah dilakukan edukasi, para siswa baru mengerti besarnya risiko tersebut dan mulai menjembatani knowing-doing gap (Cooper, 2001) dengan lebih konsisten menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai fondasi perilaku kerja yang aman (Griffin & Neal, 2000) demi meminimalisir kecelakaan di lingkungan praktik. 

Alat Pelindung Diri (APD) adalah perangkat keselamatan yang wajib digunakan siswa untuk melindungi diri dari risiko kecelakaan saat melakukan praktik langsung di lapangan. Ada beberapa contoh APD yang dapat digunakan untuk menangani berbagai risiko di Jurusan Agribisnis Perikanan, seperti sepatu boots karet (Anti-slip), Sarung Tangan, Pakaian Praktik (Wearpack), Topi atau Pelindung Kepala, Masker dll.

Menurut Griffin dan Neal (2000), pemahaman keselamatan yang kuat merupakan kunci utama dalam membentuk perilaku kerja yang aman dan berkelanjutan. 

Dengan demikian, siswa Jurusan Agribisnis Perikanan tidak hanya memiliki pengetahuan kognitif, tetapi juga mengalami perubahan sikap nyata untuk lebih disiplin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta mulai membangun budaya saling mengingatkan akan bahaya kerja demi melindungi diri dan rekan sejawat di lapangan.

Oleh sebab itu, maka dilakukan kegiatan Psikoedukasi K3 yaitu, memperkuat Kesadaran akan Keselamatan keselamatan kerja serta penggunaan APD pada Siswa Jurusan Agribisnis Perikanan SMK Pertanian Terpadu Pekanbaru. Kegiatan ini dikhususkan bagi 21 siswa jurusan Agribisnis Perikanan untuk membantu mereka membangun tanggung jawab pribadi dan meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan prosedur keselamatan kerja dan membangun budaya K3 sejak dini sekaligus mendukung implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012. Hal ini sangat berguna agar para siswa tidak hanya memahami teori secara kognitif, tetapi juga mampu mengubah sikap dan kebiasaan melalui metode interaktif seperti simulasi kecelakaan kerja dan diskusi yang melibatkan para siswa.

DAFTAR PUSTAKA
- Cooper, D. (2001). Improving safety culture: A practical guide. Applied Behavior Science Press.
- Dodie, A., Prasetyo, E., & Lestari, N. (2025). Efektivitas pelatihan K3 pada lingkungan pendidikan vokasi. Jurnal Pendidikan Vokasi dan Keselamatan Kerja, 7(1), 45–56.
- Griffin, M. A., & Neal, A. (2000). Perceptions of safety at work: A framework for linking safety climate to safety performance, knowledge, and motivation. Journal of Occupational Health Psychology, 5(3), 347–358.
- Mardiyanto, H. (2004). Pengaruh pelatihan K3 terhadap peningkatan keselamatan kerja pada siswa SMK. Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Indonesia, 2(1), 23–31.
Rahayu, S. (2022). Peningkatan kesadaran K3 melalui pembelajaran berbasis simulasi di SMK. Jurnal Pendidikan Teknik dan Kejuruan, 14(1), 55–63.
- Sari, N., & Pratama, R. (2023). Implementasi pendidikan K3 dalam pembelajaran praktik di SMK sektor pertanian. Jurnal Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, 5(2), 88–97.
- Wachter, J. K., & Yorio, P. L. (2014). A system of safety management practices and worker engagement for reducing and preventing accidents. Accident Analysis & Prevention, 68, 117–130.
- Xiang, J., Bi, P., Pisaniello, D., & Hansen, A. (2022). Impacts of climate change and heat stress on workers in outdoor environments. Environmental Health Perspectives, 130(4). https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8861180/
National Center for Farmworker Health. (2025). Aquaculture Workers: Occupational Health and Safety Fact Sheet. https://www.ncfh.org/wp-content/uploads/2025/04/fsaquacultureworkers-1.pdf
- Ali, M. et al. (2022). Vibrio and Aeromonas Infections in Aquaculture Workers. Pathogens, 11(9), 1123. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9322441/
- Akinbile, L. et al. (2019). Occupational Hazards and Injuries Among Fish Farmers. Asian Journal ofAgriculture and Rural Development. https://www.researchgate.net/publication/335245104
- Li, H. et al. (2021). Occupational Exposure to Chlorine Gas in Aquaculture Disinfection. Environmental Health Perspectives, 129(12). https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/34866112/
- Wahyuni, E. S. (2019). Hubungan berat beban terhadap tingkat kejadian nyeri punggung bawah pada pekerja buruh angkut Pasar Legi Surakarta. Poltekkes Kemenkes 13 Surakarta. Diakses dari https://jurnalinterest.com/index.php/int/article/download/170/129
Chetiya, D. (2025). Ergonomic hazards associated with freshwater aquaculture and possible mitigation measures. Fisheries Research Centre, Assam Agricultural University. (PDF) https://www.researchgate.net/publication/325961145_Ergonomic_Hazards_Associate d_with_Freshwater_Aquaculture_and_Possible_Mitigation_Measures
- Zain, N. S. M., et al. (2022). Health complaints, mental status and quality of life among aquaculture workers: A cross-sectional study in northern Peninsular Malaysia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(24), 16371. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC9735943/
TPMAP (2025). Psychological stress evaluation in aquaculture workers  stress assessment tool (PDF). https://tpmap.org/submission/index.php/tpm/article/download/651/521/1342
***






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar