KONFERENSI KE-XIX HMI CABANG PEKANBARU: TERPILIHNYA DIKI MAULANA DAN IKHTIAR KEMBALI KEPADA KHITTAH PERJUANGAN


PEKANBARU,INDOVIZKA.COM-Konferensi ke-XIX Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Pekanbaru menjadi momentum historis yang menandai fase konsolidasi intelektual dan spiritual kader. Dalam forum musyawarah tertinggi tingkat cabang tersebut, Diki Maulana resmi terpilih sebagai formatur sekaligus Ketua Umum periode mendatang.

Konferensi ini tidak semata agenda struktural, melainkan ruang dialektika gagasan, kontemplasi nilai, dan peneguhan arah gerak organisasi. Di tengah kompleksitas zaman disrupsi teknologi, krisis moralitas publik, hingga tantangan kebangsaan. HMI dituntut untuk menghadirkan kader *ulul albab*: generasi yang tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga berdzikir dan bertafakkur dalam membaca realitas.

Dalam pandangannya, Diki Maulana menegaskan bahwa HMI harus kembali kepada fitrahnya sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan. Fitrah yang dimaksud bukan sekadar romantisme historis, melainkan kesadaran ontologis bahwa HMI lahir untuk Membentuk karakteristik Insan Ulil Albab.

“HMI harus menjadi ruang pembinaan intelektual yang profetik. Kita ingin melahirkan kader yang tajam analisisnya, lurus niatnya, dan kokoh integritasnya. Kembali ke fitrah berarti kembali menempatkan nilai sebagai fondasi, ilmu sebagai instrumen, dan pengabdian sebagai orientasi,” ungkap Diki Maulana.

Konsep HMI transformatif yang diusungnya meniscayakan gerak organisasi yang melampaui rutinitas administratif. Transformasi dimaknai sebagai proses perubahan kesadaran dari pasif menjadi progresif, dari reaktif menjadi solutif, dari simbolik menjadi substantif. HMI harus hadir sebagai kekuatan moral-intelektual yang mampu menjawab problem umat dan bangsa secara argumentatif, rasional, dan berkeadaban.

Dalam perspektif *ulul albab*, kader HMI dituntut memadukan dzikir, fikir, dan amal. Dzikir sebagai fondasi spiritualitas, fikir sebagai instrumen intelektualitas, dan amal sebagai manifestasi tanggung jawab sosial. Sinergi ketiganya menjadi jalan menuju terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.

Konferensi ke-XIX ini menjadi titik tolak kebangkitan kesadaran kolektif bahwa perjuangan adalah amanah peradaban. Dengan kepemimpinan Diki Maulana, HMI Cabang Pekanbaru diharapkan mampu meneguhkan identitasnya sebagai gerakan intelektual Islam yang independen, progresif, dan tetap istiqamah pada cita-cita luhur organisasi. 






[Ikuti Indovizka.com Melalui Sosial Media]


Tulis Komentar