Pilihan
DPRD Riau Nilai Program Peremajaan Kelapa di Inhil Tak Bisa Maksimal
PEKANBARU, INDOVIZKA.COM - Program peremajaan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinilai belum bisa berjalan maksimal karena persoalan infrastruktur perkebunan yang belum ditangani dengan baik. Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Riau Ikbal Sayuti.
Inhil merupakan daerah penghasil kelapa terluas di dunia, dan memiliki potensi besar. Tapi sayangnya keberkahan tersebut belum sepenuhnya dirasakan petani lantaran banyak lahan yang terdampak banjir akibat rusaknya tanggul dan sistem tata air.
“Persoalan kelapa di Inhil bukan hanya bantuan bibit, pupuk atau perbaikan lahan lama. Tapi Infrastruktur perkebunan kita yang bermasalah,” ujarnya, Rabu kepada wartawan di Pekanbaru (25/2/2026).
Untuk itu Ia berharap sebelum dilakukan penanaman bibit baru, pemerintah terlebih dahulu membenahi tanggul, saluran, dan pintu air. “Kalau tidak diperbaiki tanggul, saluran, dan pintu airnya, percuma diberikan bibit. Tebang yang lama saja tidak cukup, harus dibangun dulu infrastruktur tata airnya,” tegasnya dikutip dari liputanoke.
Dia bersama rekan-rekan Komisi II DPRD Riau telah mendatangi Direktorat Jenderal Perkebunan untuk mempertanyakan efektivitas program tersebut. Karena dalam skema yang ada, sebanyak satu juta bibit direncanakan dialokasikan untuk sekitar 27 ribu hektare lahan.
Namun menurut Ikbal, angka tersebut tidak realistis dengan kondisi riil di lapangan. Data yang diminta dari dinas perkebunan kabupaten maupun provinsi sulit terpenuhi karena luas lahan bermasalah cukup besar dan membutuhkan penanganan infrastruktur.
Menurutnya, peremajaan sawit relatif lebih mudah karena lahan masih dalam kondisi baik dan hanya tanaman yang sudah tua yang perlu diganti. “Kalau kelapa berbeda. Jika infrastruktur tidak dibenahi, replanting tidak akan berhasil,” pungkasnya. (Adv)
.png)

Berita Lainnya
Dewan-Pemprov Sepakat Tahun 2021 Pokir Lebih Diperhatikan
Erwin Dimas Siap Jadi Pj Gubernur Riau
Anggota DPRD Riau Hadiri Acara Penyerahan Sertifikat Tanah oleh Menteri ART/BPN
Soal Isu Pergantian Sekda Inhil, Legeslatif Saling Adu Argumen
Wakil Ketua Komisi V DPRD Riau Singgung Disdik Soal Akreditas
Sekretaris Komisi II DPRD Kampar Resmikan Ponpes Darul Quran Kampar Kiri
Komisi IV Usulkan Pemkab Inhil Gunakan e-KTP untuk Berobat
Banggar DPRD Riau Bahas Rancangan KUA dan PPAS 2024
Besok Pagi, 65 Anggota DPRD Riau 2024-2029 Dilantik, Ini Nama-namanya
Pasal Pendidikan Masuk Klaster Kemudahan Berusaha, Ini Tanggapan Anggota Baleg DPR RI Abdul Wahid
Dihadiri Pj Bupati, Ketua DPRD Inhil Pimpin Rapat Paripurna ke-3 Tahun Sidang 2024
Komisi IV DPRD Riau Minta BPBD, Anggaran 2026 Fokus Pada Kesiapsiagaan dan Logistik Bencana