Pilihan
Roti Berjamur di Paket MBG SDN 009 Kuala Terusan, Orang Tua Murid Kecewa Berat
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membantu pemenuhan gizi siswa justru menuai kritik tajam dari orang tua murid SDN 009 Kuala Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Pasalnya, roti yang dibagikan kepada siswa dalam paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditemukan dalam kondisi berjamur.
Temuan tersebut membuat para orang tua siswa kecewa dan mempertanyakan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak mereka. Dari foto yang beredar, terlihat beberapa roti dalam kemasan plastik sudah ditumbuhi jamur berwarna kehijauan, yang jelas tidak layak dikonsumsi.
Salah seorang orang tua siswa mengatakan, makanan yang diberikan dalam program MBG seharusnya benar-benar terjamin kualitas dan kebersihannya, karena diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.
“Ini kan makanan untuk anak-anak. Kalau sudah berjamur seperti ini jelas tidak layak dimakan. Biasanya roti yang sudah berjamur itu sudah lama atau bahkan sudah melewati masa kedaluwarsa,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia menilai kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap makanan yang didistribusikan kepada siswa. Program yang digadang-gadang untuk meningkatkan gizi anak sekolah itu justru berpotensi membahayakan kesehatan jika kualitas makanan tidak dijaga dengan baik.
Para orang tua juga mempertanyakan bagaimana proses pengecekan makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Mereka menilai SPPG sebagai pihak penyedia makanan seharusnya melakukan kontrol kualitas secara ketat sebelum paket MBG didistribusikan ke sekolah.
“Kalau sampai roti berjamur bisa lolos dibagikan ke anak-anak, berarti pengawasannya sangat lemah. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata orang tua murid lainnya.
Orang tua siswa mendesak pihak terkait, baik pengelola program MBG maupun instansi terkait di daerah, untuk segera melakukan evaluasi terhadap penyedia makanan tersebut. Mereka juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali karena menyangkut kesehatan anak-anak.
Program MBG sendiri bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi siswa di sekolah. Namun jika kualitas makanan tidak terjaga, program yang seharusnya bermanfaat itu justru berpotensi menimbulkan masalah baru.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG maupun pihak sekolah terkait temuan roti berjamur dalam paket MBG yang dibagikan kepada siswa SDN 009 Kuala Terusan tersebut.
.png)

Berita Lainnya
Mal di Pekanbaru Dipadati Pengunjung, Bagaimana Penerapan Protokol Kesehatan?
Bupati Inhil Membuka Secara Resmi Kegiatan Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik integtatif
Kecamatan GAS Jadi Pilot Project Pembuatan KTP dan KIA
Hadiri HGN ke-63, Bupati Inhil : Rapatkan Barisan Dukung Penanggulangan dan Pencegahan Stunting
Komisaris Utama Targetkan BRK Syariah Berjalan Mulai Januari 2021
Bahas PDRB dan Inflasi, BPS Kampar Gelar FGD Undang Stakeholder
Iduladha 1445 H, Kebutuhan Hewan Kurban di Pekanbaru Meningkat 2,5 Persen
Covid-19 Meningkat Tajam, Dinas Kesehatan Bengkalis Siap Lakukan Ini
Tak Ada Kampanye Jelang PSU, Gerindra Lakukan Strategi 'Bisik Tetangga' untuk Menangkan Sukiman
Kantor Bapekam Merempan Hilir Megah, Bupati Siak: Kursinya Empuk
Pemkab Bengkalis Terima Apresiasi Nasional, Skor PPH 2024 Raih Klasifikasi Baik
Pelantikan Kepengurusan PWI Riau Tahun 2023-2028 Dijadwalkan Januari 2024