Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kasus DBD Masih Tinggi, Dewan Ajak Masyarakat Kembali Galakkan Gotong Royong
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Selain harus mewaspadai pandemi virus Covid-19, warga Pekanbaru juga harus mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya penyakit yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini setidaknya sudah menyerang 494 orang warga Pekanbaru.
Atas kondisi tersebut, DPRD Kota Pekanbaru mengaku prihatin atas kondisi tersebut karena penyakit DBD ini sudah menjangkiti 12 kecamatan yang ada di Pekanbaru.
"Dinas Kesehatan harus segera turun tangan untuk antisipasi ini, apalagi belakangan ini Pekanbaru selalu turun hujan. Tentu jika dibiarkan maka akan semakin banyak masyarakat yang terserang DBD," cakap Muhammad Sabarudi, Sabtu (26/12/2020).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan bahwa seharusnya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sudah mengantisipasinya dari jauh-jauh hari, terlebih lagi ketika musim hujan seperti saat ini.
"Kita sama-sama tahu bahwa DBD ini cepat berkembang, terlebih ketika memasuki musim penghujan. Dinas Kesehatan harus segera melakukan penyemprotan dan juga cara-cara lainnya untuk mengantisipasi tidak berkembangnya jentik-jentik nyamuk aedes aegypti," jelasnya.
Ia tak menampik bahwa hal tersebut tidak dapat dikerjakan oleh pemerintah sendiri, dari itu ia menghimbau agar masyarakat kembali kepada jati diri masyarakat Indonesia kembali, yaitu dengan cara bergotong royong untuk membersihkan lingkungannya sekitar.
"Gotong royong ini jiwanya masyarakat Indonesia, dan ini harus dikembalikan lagi. Mari sama-sama kita bersihkan lingkungan kita agar tidak adalagi masyarakat yang terjangkit DBD," pungkasnya.
Dari 494 kasus DBD ini tersebar di 12 Kecamatan di Pekanbaru. Diantaranya Kecamatan Sukajadi 19 kasus, Kecamatan Senapelan 21 kasus, Kecamatan Pekanbaru Kota 7 kasus, Kecamatan Rumbai Pesisir 26 kasus.
Lalu Kecamatan Rumbai 30 kasus, Kecamatan Limapuluh 37 kasus, Kecamatan Sail 7 kasus, Kecamatan Bukit Raya 54 kasus, Kecamatan Marpoyan Damai 70 kasus.
Kemudian, Kecamatan Tenayan Raya 86 kasus, Tampan 80 kasus, dan Payung Sekaki 57 kasus, sehingga total 494 Kasus.
.png)

Berita Lainnya
Wakil Bupati Pelalawan Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian dan Penyerahan KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025
Sepasang Kekasih Ditangkap Sat Resnarkoba Polres Pelalawan Tersangka Peredaran Narkoba Di wilayahnya Pangkalan Kerinci Kota
Pemkab Pelalawan Berencana Habiskan DAK-DR Puluhan Miliar Sebelum Tahun 2022
Begini Penjelasan PLN ULP Pangkalan Kerinci Terkait Arus 'Ngedrop' di Beberapa Kecamatan
Gubri Abdul Wahid Harap LPTQ Jadi Motor Penggerak Pembinaan Al-Qur'an
Dukung Pengembangan kelistrikan, Pj. Bupati Inhil Jalin Sinergitas bersama PT. PLN
Pengurusan Dokumen Kependudukan di Inhil Dipermudah
PC F.SPTI-K.SPSI Inhil Apresiasi Kapolres Inhil atas Suksesnya Peringatan Hari Buruh 2025
DPMPD Rohul Masih Proses Pencairan DD Tahap I Rp144,75 Miliar
Operasi Selalu 'Bocor', Kasatpol PP Pekanbaru Diminta Bersih-bersih Jajaran
Pekanbaru Sudah Zona Kuning, Kegiatan di Rumah Ibadah Dilonggarkan
Mulai Besok, PDIP Kampar Buka Pendaftaran Bupati dan Wakil Bupati 2024