Pilihan
Satu Bulan Lebih Kabut Asap Pelalawan,Kecamatan Kerumutan Tertinggi Pasien ISPA
PELALAWAN,INDOVIZKA.COM-Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan mencatat sebanyak 2.160 pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berdasarkan data pelayanan kesehatan yang dihimpun dari sejumlah wilayah dan fasilitas kesehatan di Kabupaten Pelalawan.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, Asril M.Kes. Rabu(16/9/2026).Dari total 2.160 pasien, tercatat 1.091 pasien laki-laki dan 1.069 pasien perempuan.
Berdasarkan kelompok umur, kasus ISPA paling banyak ditemukan pada kelompok dewasa usia 19–59 tahun, yakni sebanyak 701 pasien. Selanjutnya kelompok balita usia 0 hingga kurang dari 5 tahun sebanyak 512 pasien, anak usia 5–9 tahun sebanyak 417 pasien, remaja usia 10–18 tahun sebanyak 408 pasien, serta lansia di atas 60 tahun sebanyak 122 pasien.
Jika dilihat berdasarkan wilayah pelayanan, Pangkalan Kuras I menjadi wilayah dengan jumlah pasien ISPA tertinggi, mencapai 439 orang. Rinciannya 221 laki-laki dan 218 perempuan.
Posisi berikutnya adalah Kerumutan dengan 432 pasien, terdiri dari 207 laki-laki dan 225 perempuan. Kemudian Pangkalan Kerinci I sebanyak 251 pasien, disusul Ukui 213 pasien dan Bandar Petalangan 151 pasien.
Sementara itu, Seikijang mencatat 125 pasien, Langgam 119 pasien, Pelalawan 94 pasien, Pangkalan Kuras II 85 pasien, Pangkalan Kerinci II 84 pasien, Bunut 67 pasien, Pangkalan Lesung 37 pasien, Teluk Meranti 48 pasien dan Kuala Kampar 12 pasien.
Selain dari puskesmas, data tersebut juga mencatat pasien ISPA yang mendapatkan pelayanan di sejumlah rumah sakit. RS Efarina tercatat 3 pasien, RS Amalia Medika 2 pasien, RSUD Selasih 1 pasien dan RS Medica Sorek 2 pasien.
Tingginya angka ISPA ini menjadi perhatian, terlebih kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Pelalawan sebelumnya sempat mengalami penurunan akibat kabut asap dan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan Asril M.Kes mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan, terutama ketika kualitas udara menurun.
Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, nyeri tenggorokan atau gejala gangguan pernapasan lainnya diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kadiskes Asril menambahkan data dengan total 2.160 kasus ISPA, merupakan data per 15 September 2026.
.png)

Berita Lainnya
Ratusan Sepeda Motor Terjaring Razia Balap Liar di Komplek Perkantoran Walikota Pekanbaru
Dari Wartawan Jadi Bupati. Banyak Harapan yang Disematkan pada Afni Zulkifli
Jelang Peluncuran BRK Syariah 22 Agustus, Ini Kata DPRD Riau
Pemprov Riau Diminta Siapkan Data Kebutuhan Guru
DPC PKB Inhil Taja Vaksinasi di Kotabaru Seberida
Wakil Bupati Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI
Iring-iringan Antarkan Jenazah Ustaz Tengku Zulkarnain ke Tempat Peristirahatan Terakhir
Idul Adha 1445 H, PWI Riau akan Potong 4 Sapi dan 1 Kambing Qurban
Walikota Sebut Manusia Silver Kreatif, Kadinsos Sebut Pemalas dan Masalah Sosial
KI Riau Minta BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Informasi Publik
Curah Hujan Tinggi, BPBD Kampar Sambangi PLTA Koto Panjang
Kadis Kominfopers Inhil Buka Sosialisasi dan Bimtek Simpeldesa