Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Patroli Cegah Kerumunan.
Pelaku Usaha Kucing-kucingan dengan Petugas. Pedagang: Kami Hanya Cari Makan Pak!
ROHUL (INDOVIZKA) - Tim Yustisi Satpol PP Rohul bersama Kepolisian Resor Rokan Hulu , Kamis malam berkeliling mengimbau pemilik usaha untuk menutup tempat usahanya pada pukul 20.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya merumunan dan mencegah penyebaran Covid-19.
Dari pantauan INDOVIZKA.COM di lapangan tim Yustisi yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Rohul memberikan pemahaman secara humanis kepada para pemilik usaha untuk segera menutup usahanya dibatas waktu toleransi yang sudah ditetapkan pemerintah, pukul 20.00 WIB.
"Iya pak. Ini kami sudah mau tutup, tapi menunggu pelanggan selesai dulu," cakap salah seorang pemilik usaha kafe di kawasan Jalan Tuanku Tambusai kepada petugas.
Imbauan dari petugas tersebut tidak serta merta membuat para pemilik usaha kafe, restoran dan permainan anak-anak langsung menutup usahanya. Mereka seolah kucing-kucingan dengan petugas.
Seperti sejumlah kafe di Jalan Tuanku Tambusai. Meski pintu ruko ditutup namun jejeran parkir sepeda motor nampak jelas di luar dan terdapat keramaian di dalam ruko.
Begitu juga di Arena Permainan anak-anak yang berada di dataran tinggi Rantau Baih. Para penyedia jasa, pedangang dan warga tetap saja tidak menggubris imbauan dari petugas dengan tetap melayani pengunjung.
Satpol PP Rohul bersama Kepolisian terpaksa meminta para pemilik usaha untuk mematikan genset ke arena lermainan tersebut.
Tindakan itu disesalkan para pedagang. Para pedagang menilai, tindakan kepolisian dan pemerintah daerah dinilai tidak bijak dan terlalu berlebihan.
Salah seorang pedagang mengatakan, di tengah ekonomi sulit saat ini, malam tahun baru menjadi momen yang sangat diharapkan untuk mengais rezeki. Jika memang alasannya Covid-19, seharusnya pemerintah daerah dan Kepolisian mengedepankan penerapan protokol kesehatan bukan malah membatasi jam operasional.
"Kami hanya cari makan pak malam ini, apalagi sekarang ini ekonomi susah. Ini kok malah disuruh tutup, padahal malam inilah, malam yang kami harapkan karena orang biasanya ramai," keluh salah seorang penyedia jasa mainan anak-anak.***
.png)

Berita Lainnya
Wartawan se-Riau Berkumpul di Siak Merayakan HPN 2022
Terjadi Aksi Kejahatan Modus Pecah Kaca Mobil di Pangkalan Kerinci
Lantik 15 Camat, Sekda Pekanbaru Minta Aktif Tangani Sampah
Kepala BPBD tinjau longsor Tebing Sungai (Abrasi) Desa Sering, 7 KK Terdampak 1 KK Diungsikan Ditenda BPBD
Safari Ramadhan di Batu Bersurat, Kamsol dan Rombongan Bukber di Masjid Nurul Yaqin
46.372 Unit Kendaraan di Riau Manfaatkan Penghapusan Denda Pajak
Mundur Sehari, Pemprov Riau Lantik Dua Pj Senin 23 Mei
Cipayung Plus Pelalawan Gelar Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi dengan PT RAPP
Jalintim Pelalawan Kembali Banjir, BPBD Sebut Genangan Air Sementara Akibat Hujan Deras
UAS Ajak Masyarakat Pilih Cagubri Abdul Wahid? ini alasannya
Kuota UKW PWI - BUMN di Riau Tersisa Separuh
Mahasiswa Minta Jaksa Usut Dugaan Korupsi Eks Ketua DPRD Riau