Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Riau Siaga Karhutla, Dewan Minta Warga Pekanbaru Jaga Lahan
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Gubernur Riau Syamsuar menetapkan Provinsi Riau berada dalam status siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai dari tanggal 15 Februari hingga 31 Oktober 2021 mendatang.
Saat ini, Kota Dumai dan Bengkalis telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla, menyusul Kabupaten Rokan Hilir yang masih dalam proses penetapan status siaga darurat.
Sementara itu tiga kecamatan di Kota Pekanbaru rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Data yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dari luas wilayah Kota Pekanbaru mencapai 632,26 Km², sekitar 60 persen diantaranya merupakan lahan gambut.
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri meminta masyarakat yang memiliki lahan untuk bertanggungjawab terhadap lahan miliknya. Selain itu ia juga menghimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
"Warga diminta untuk bertanggung jawab atas kepemilikan lahan masing-masing, guna meminimalisir terjadinya aksi karhutla. Kita di DPRD Pekanbaru kini juga sedang menyiapkan Perda Penanggulangan Bencana, sehingga memudahkan pemerintah dalam mengambil kebijakan,” cakap Azwendi, Rabu (17/2/2021).
BMKG Stasiun Pekanbaru memprakirakan saat ini ada 7 Kabupaten/Kota yang sudah memasuki musim kemarau yakni Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hilir dan Kota Dumai.
“Pemerintah Provinsi Riau telah membentuk Tim Satgas Bencana Karhutla, seiring dengan ditetapkannya Riau berada dalam status Siaga Darurat Bencana Karhutla. Meski tidak memiliki banyak lahan kosong seperti daerah lain, namun masyarakat Pekanbaru tetap harus waspada," pungkas politisi Demokrat ini.
Secara fisik, wilayah Kota Pekanbaru memang tidak banyak hutan. Tetapi 60 persen lahan gambut itu sangat rawan terbakar. Ada tiga kecamatan yang rawan seperti Kecamatan Rumbai Pesisir, Kecamatan Rumbai, dan Kecamatan Marpoyan Damai.
Kepala BPBD Pekanbaru, Zarman Candra meminta agar tim tanggap bencana yang ada atau masyarakat di daerah tersebut, segera menginformasikan jika ada titik api di wilayahnya. "Kita ada call center di 08117651464. Jadi bagi masyarakat agar segera memberikan informasi jika ada titik api, agar kita dapat segera mengantisipasi," jelasnya.
Menurutnya, keberadaan masyarakat tanggap bencana sangat membantu dalam percepatan mengantisipasi adanya kebakaran lahan. Berdasarkan data, Ia mengungkapkan adanya penurunan jumlah luas dan titik api dari tahun 2019 ke tahun 2020.
"Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, dimana tahun 2019 terjadi 218 kali kebakaran dan luas lahan yang terbakar sekitar 279,8421 Ha. Tahun 2020 menjadi 84 kali kebakaran, dengan luas lahan terbakar 79,3875 Ha," jelasnya.
Sementara itu, sejak Januari tahun ini, hingga tanggal 15 Februari ada 7 kali kebakaran, dengan luas lahan terbakar 4,6175 Ha. Ia menargetkan agar Pekanbaru nihil api.
"Begitu ada api, kita segera antisipasi atau lokalisasi, maka dengan koordinasi yang baik antara semua pihak, dapat mewujudkan target ini," jelasnya.***
.png)

Berita Lainnya
TMMD ke 111 Kodim 0314/Inhil Resmi Dibuka Bupati Wardan
Gubri Serahkan Bantuan 776 Unit Alat Bantu Tangkap Ikan pada Nelayan Rohil
Prihatin Banyak Kasus Sengketa Tanah, Gubri Segera Lapor Menteri ATR/BPN
18 Mei, Penerapan PSBB di Bengkalis Mulai Efektif
Sambungan Pipa PDAM Kembali Putus di Proyek IPAL
Dandim 0314/Inhil Serahkan Kunci Rumah Program RTLH dalam HUT RI ke 75
Eva Yuliana Sebut Uang Rp480 Juta yang Masuk ke Rekeningnya Hasil Usaha Keluarga
Pegawai Tambah Libur Siap-siap Disanksi Bupati Rohul
Partisipasi Aktif Masyarakat Dorong Progres Kegiatan Fisik TMMD di Rohul
Kadisparporabud Inhil Minta Peserta Paskibraka Nasional dan Provinsi Jaga Kesehatan
Aghi Ayo Onam dan Zora Kubu, LAM Riau Disuguhkan Lomang dan Srikayo
HIPMAWAN Nilai Audiensi dengan Pemerintah, Kepolisian, dan PT Arara Abadi Tidak Berpihak pada Masyarakat