Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Sukses Terapkan Prokes, Disdik Pelalawan Perluas BTM Tahap Kedua, Ini Data Lengkapnya...
PELALAWAN (INDOVIZKA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan memperluas Belajar Tatap Muka (BTM) dengan membuka sekolah yang sebelumnya tidak diperkenankan beroperasi akibat Covid-19.
Hal ini menyusul hasil evaluasi BTM tahap pertama selama 14 hari dinilai berjalan sukses dan lancar.
Plt Kadisdik H. Atmonadi, M.Si melalui Plt. Sekdisdik Martias, S.Pd, M.Pd kepada INDOVIZKA.com, Minggu (21/2/2021) mengungkapkan, memperluas BTM dengan membuka sekolah pada tahap pertama tidak diperkenankan untuk dibuka dan tahap kedua ini dibolehkan dibuka adalah setelah melalui evaluasi yang matang.
Meskipun demikian, cakapnya, masih tetap ada sekolah tidak diperkenankan dibuka pada tahap kedua ini. Yakni, sebagian kecil di dua kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Hal ini setelah pertimbangan Dinas Kesehatan (Diskes).
"Selebihnya, gas full. Bahkan untuk BTM tahap kedua ini, pihak sekolah sebelumnya setingkat SD hanya diperbolehkan murid kelas 4 ke atas masuk, kini justru mulai dari murid kelas 1 sudah diperkenankan masuk. Tapi satu catatan, tetap harus ada persetujuan dari wali murid," terang pria ini.
Adapun sekolah yang belum diperkenankan BTM pada tahap kedua ini berdasarkan panduan Diskes, kata Martias, terdapat di Kecamatan Pangkalan Kerinci, meliputi Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kelurahan Kerinci Timur dan Kelurahan Kerinci Barat. Sedangkan masih di Kecamatan Pangkalan Kerinci untuk Desa Makmur Jaya, Mekar Jaya, Rantau Baru dan Kuala Terusan sudah bisa dibuka, hanya saja masih memberlakukan BTM bagi murid kelas 4 ke atas.
"Intinya begini, bagi sekolah BTM tahap pertama, sudah buka, kini dibuka semuanya mulai dari murid kelas satu dan bagi sekolah di tahap kedua, tetap berpatokan BTM boleh dilakukan untuk murid kelas 4 ke atas," tegasnya.
Sementara untuk Kecamatan Bandar Sikijang dapat dilaporkan Martias untuk tingkat SMP pada tahap kedua ini, sudah diperkenankan dibuka semuanya. Begitu juga untuk SD, kemarin ada yang tidak dibuka, tahap kedua ini dibuka seluruhnya.
Di kecamatan Pangkalan Kuras, tambahnya, sekolah yang tidak diboleh dibuka hanya berada di Kelurahan Sorek Satu. Disini terdapat dua SMP dan enam SD. "Selebihnya, di luar Sorek Satu, sekolah semuanya," tukasnya.
Sementara untuk daerah yang tidak disebutkan di atas kata Martias, diperkenankan untuk melakukan BTM. Diantaranya, Kecamatan Pangkalan Lesung, Ukui, Kerumutan, Bandar Petalangan, Bunut, Teluk Meranti, Kuala Kampar dan Langgam.
"Untuk surat edaran sudah kita sampaikan kepada masing-masing sekolah dan efektifnya mulai besok. Hanya saja, bagi sekolah masih mempersiapkan sarana dan prasarana Prokes, bisa efektif keesokan harinya," tandasnya.
.png)

Berita Lainnya
Ketua KONI Kampar 3 Kali Mangkir Dipanggil Jaksa, Ini Alasannya
Pj.Gubernur Riau didampingi Pj.Bupati Inhil menyerahkan Bantuan Warga yang terdampak banjir kemuning.
Gubri Direncanakan Lepas Rombongan PWI Riau ke HPN 2023 di Medan
PWI Pokja Pekanbaru Audiensi dengan Plt Kajari, Martinus Hasibuan: Tercubit Satu, Tercubit Semua
Kampanye Di Kota Baru, Fermadani Siap Bangun Inhil dan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat
Dapatkan Persetujuan KASN, Pj Bupati dan Pj Sekda Evaluasi 15 Pejabat di Kampar
Pemkab Rohil akan Bangun Jembatan Sinaboi Setelah Penantian Lama
5 Daerah di Provinsi Riau Dapat Penghargaan UHC Award 2023
Agenda Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kampar Zulpan Azmi dari PAN Molor
Turnamen FJL Zona Riau Tahun 2025 Kampar Jadi Tuan Rumah, Ini Penjelasan Yulnedi Tanjung
DPRD Pekanbaru Geram Dengar Kabar PUPR Cabut Laporan Penebangan? Pohon
Keluarga Ngotot Nenek Simi Memang Diserang Harimau, Tapi Harimau Kumbang