Pilihan
Tetap Aktif Dakwah, Habib Rizieq Ubah Suasana Rutan Bareskrim seperti Pesantren
(INDOVIZKA) - Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mengatakan, adanya Habib Rizieq Shihab di Rutan Bareskrim Polri membawa suasana seperti di pesantren. Pasalnya, masjid rutan menjadi makmur, karena aktif melaksanakan kegiatan keagamaan.
"Suasana seperti di Pesantren. Masjid setiap hari makmur dengan salat berjemaah, zikir, pengajian, buka puasa Daud bersama, hingga dhuha dan tahajudnya," ujar Aziz, Kamis (11/3/2021).
Selama ini, Aziz mengatakan, Habib Rizieq, KH Shobri Lubis, Habib Hanif Alatas dan lainnya aktif berdakwah dan mengajarkan berbagai ilmu agama untuk para tahanan lainnya.
"Inilah Agenda Revolusi Akhlaq yang sedang digelorakan oleh Imam Besar Habib Rizieq dan kawan-kawan untuk menghijrahkan umat dari maksiat menuju taat. Jeruji penjara tidak jadi penghalang bagi perjuangan Imam Besar Habib Rizieq, justru di dalam penjara mereka telah membuktikan secara langsung dengan praktek bahwa Revolusi akhlaq adalah solusi terbaik bagi problem bangsa dan negara", kata Aziz.
Dalam berita sebelumnya, diketahui Habib Rizieq menggelar peringatan Isra' Mi'raj di Rutan Bareskrim Polri, Kamis (11/3/2021) dengan suasana yang semarak lantaran diisi berbagai aneka lomba keislaman.
.png)

Berita Lainnya
147 Orang di Jakarta Diduga Terjangkit Corona, Hasil Pemeriksaannya Negatif
Dukung Pengembangan Vaksin Nusantara, DPR Siap Menjadi Relawan Uji Klinis Fase 2
Ketua MPR Nyatakan Tidak Adil Mudik Dilarang, Tapi 305 WNA India Difasilitasi Masuk Indonesia
Wahid Sampaikan Dukungan Penambahan Kuota BBM yang Diusulkan Gubri kepada BPH Migas
Penerimaan CPNS Tidak Ada Selama 2 Tahun
Golkar Desak Terbitkan PP Perlindungan WNI yang Jadi ABK
Tetap Tak Keluarkan Izin Uji Klinis, BPOM Lepas Tangan dari Vaksin Nusantara
Daftar UMR Tertinggi di Indonesia
DPR Minta Kementan Jamin Ketersediaan Pupuk
5 Bantuan Ini Cair Oktober, Mulai Kuota Internet hingga BLT Karyawan
MUI Desak SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah Direvisi
Tiga Bansos Disalurkan Bulan Ini, Ekonom Sarankan Jumlah dan Target Sasaran Diperluas