Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Sumpah Pemuda, Menag Harap Hindari Paham Ekstrem Kanan-Kiri
Jakarta (INDOVIZKA) - Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas berharap para pemuda Indonesia tak memiliki pemahaman agama yang berhaluan ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Ia ingin pemuda memiliki pemahaman keagamaan yang moderat.
Hal itu ia sampaikan dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda 2021 yang jatuh pada hari ini, Kamis (28/10).
"Pemuda masa depan harus memiliki pemahaman dan praktik keagamaan yang moderat, tidak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri," kata Yaqut dalam keterangan resmi yang diterbitkan Kemenag, Kamis (28/10).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Yaqut menegaskan bahwa Kementerian Agama saat ini terus berupaya melakukan penguatan moderasi beragama. Salah satu targetnya yakni kalangan pemuda.
Ia berjanji akan terus mencetak kader dan duta moderasi beragama dari kalangan pemuda. Diketahui, moderasi beragama merupakan salah satu program prioritas Kemenag saat di bawah kepemimpinan Yaqut.
"Baik siswa Madrasah Aliyah atau mahasiswa. Mereka diberi pemahaman terkait moderasi beragama, sekaligus keterampilan membuat konten publikasi yang moderat," kata dia.
"Buah moderasi adalah kerukunan, dan kerukunan adalah modal penting membangun bangsa. Maju pemuda Indonesia. Di tangan kalian, masa depan Indonesia," tambahnya.
Lebih lanjut, Yaqut mengatakan peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 lalu para pemuda bersumpah untuk menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Karenanya, ia turut mengajak pemuda Indonesia memanfaatkan momentum peringatan tersebut untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, di pundak para pemuda pula memikul beragam persoalan umat dan bangsa.
"Masa depan bangsa, di tangan pemuda," kata Yaqut.
.png)

Berita Lainnya
Dirut PLN Mengaku Kelola Utang Tak Sehat Senilai Rp500 T
Sri Mulyani Waspadai Dampak Penyebaran Omicron terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional
Mahfud MD: Pers Pilar yang Paling Sehat, Kebebasan Pers Tidak Boleh Dilanggar
Mulai Oktober 2024, Dana Pensiun Dilarang Dicairkan Sebelum 10 Tahun
GPI Polisikan Jhoni Allen dan Darmizal Atas Pelanggaran Prokes di KLB Sibolangit
Pemerintah akan Bedakan Izin Usaha Investasi Berisiko Tinggi
Jika Terjadi Lonjakan Covid-19 Pascalebaran, Kemendagri akan Evaluasi Kepala Daerah
Dinobatkan Jadi Koruptor Termuda, Warganet Gempur Instagram Nur Afifah Balqis
Pengumuman! Tak Semua Honorer Diangkat PNS, Ini Syaratnya
Momentum Hari Disabilitas, BIN Gelar Vaksinasi Bagi Lansia dan Difabel
PWI Larang 20 Ribu Anggotanya Ikut UKW Lembaga Abal-abal dan Tak Patuhi UU Pers
2 Helikopter dan 3 Kompi TNI Dikerahkan Evakuasi Korban Erupsi Semeru