Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Satpol PP Masih Selidiki Dugaan Prostitusi di Jondul Pekanbaru
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Kawasan Jondul Kota Pekanbaru sering dikaitkan dengan dugaan prostitusi berkedok panti pijat. Lokasi itu sudah berkali-kali dirazia Satpol PP.
Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Iwan Simatupang saat dikonfirmasi mengatakan, masih menyusun rencana kegiatan. Diakuinya memang ada dugaan prostitusi berdasarkan laporan dari RT/RW hingga camat setempat.
"Kita dapat laporan dari masyarakat, dugaannya ada prostitusi. Tetapi kita belum tahu apakah benar ada pekerja seks komersial (PSK) di kawasan itu, masih kita selidiki," kata Iwan, Jumat (12/3/2021).
Iwan juga tidak menampik, kawasan tersebut memang sering kali menjadi kawasan rawan prostitusi. Pasalnya, tahun-tahun sebelumnya pun, tim yustisi sering mengamankan sejumlah oknum pelaku prostitusi.
"Di sana kan tempat salon dan panti pijat ya, kita tidak tahu. Mungkin memang ada, karenakan yang melapor memang RT/RW atau lurah setempat," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhamad Sabarudi mengatakan untuk menyelesaikan permasalahan penyakit masyarakat seperti prostitusi, harus dilakukan dengan cara yang tegas dari Pemerintah Kota Pekanbaru.
Dugaan praktik prostitusi di komplek Perumahan Jondul yang berada di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru diduga masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan Walikota Pekanbaru Firdaus juga mengakui hal tersebut.
"Pekanbaru itu identik dengan budaya Melayu, Melayu itu identik dengan Islam. Jadi harus ada upaya yang kuat agar persoalan penyakit masyarakat ini bisa terselesaikan," cakap Sabarudi, Ahad (7/3/2021).
Lanjut Sabarudi, Pemko Pekanbaru juga harus melakukan tindakan yang sistematis untuk menyelesaikan permasalahan penyakit masyarakat ini.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Tenayan Raya ini juga mengakui bahwa dirinya ada mendapatkan laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa di lokasi tersebut masih ada praktik prostitusi.
"Masyarakat secara umum sudah menyampaikan bahwa ada indikasi bahwa perumahan Jondul sebagai tempat maksiat," jelasnya.
Lebih jauh Sabarudi mendesak agar Satpol PP Pekanbaru menggencarkan razia ke wilayah tersebut, selain itu jika mendapatkan dan terbukti bahwa ada pekerja prostitusi yang berasal dari luar Kota Pekanbaru. Sabar meminta Pemko Pekanbaru mengambil tindakan tegas.
"Jika terbukti melakukan praktik asusila, harus ada proses pemulangan ke daerah aslinya," pungkasnya.
.png)

Berita Lainnya
Penandatanganan MoU KUA-PPAS RAPBD TA 2026 Berjalan Lancar, Ketua DPRD Apresiasi Pemda Kampar dan Ajak Kawal Pelaksanaannya APBD
Hari Ini MK Lanjutkan Sidang PHP Pilkada Rohul
Over Kapasitas, Kemenkum HAM Rencanakan Bangun Lapas Baru di Riau
Jelang Tahun Baru, Peminat Terompet di Tembilahan Menurun
Kerahkan Seluruh Kekuatan di Lapangan, Habib Ijal : Sebagai Anak Jati Negeri Melayu Saya Siap Menangkan Pasangan FERMADANI
Lewat Apel di Inspektorat Kampar, Bupati Minta Dukungan Pegawai Pengawas dan Auditor Handal Demi Wujudkan Birokrat Bersih
Desa Sialang Panjang Panen Raya Perdana Ketahanan Pangan
Deadline LKJ Ali Kelana Dimajukan 20 April 2023
Ulang Tahun SMSI: Sewindu Mengarungi Disrupsi Multidimensi
Para Kepala OPD di Meranti Diinstruksikan Turun ke Lapangan
Bupati Zukri Tinjau Progres Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Terantang Manuk
Larangan Mudik Pengaruhi Perjalanan AKAP di Terminal BRPS Pekanbaru