Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Sengketa Lahan di Gondai
DPRD Riau Minta PT PSJ Bertanggung Jawab Terhadap Dua Koperasi
PEKANBARU (INDOVIZKA) - PT Peputra Supra Jaya (PSJ) diminta bertanggung jawab atas terseretnya 2 Koperasi Gondai Bersatu dan Koperasi Sri Gumala Sakti yang berimbas pada putusan Mahkamah Agung (MA). PT PSJ jadi bapak angkat dua koperasi tersebut dalam pengelolaan kebun sawit.
"Menurut saya PT PSJ sebagai bapak angkat memiliki tanggung jawab terhadap koperasi Gondai Bersatu dan Koperasai Sri Gumala Sakti," kata Ketua Komisi II DPRD Riau, Robin Hutagalung, Selasa (6/4/2021).
Sebelumnya, Komisi II DPRD Riau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RPD) atas pengajuan dari sejumlah koperasi terkait permasalahan lahan di Desa Pangkalan Gondai, Langgam, Pelalawan, Senin (5/4/2021). Saat ini, masih ada ribuan hektare kebun kepala sawit tengah dipersengketakan PT PSJ dan PT Nusa Wana Raya (NWR).
Dalam rapat tersebut hadir sejumlah pihak yang berhubungan dengan permasalahan lahan itu. Namun, perwakilan dari PT NWR tidak hadir dalam pertemuan.
Robin Hutagalung menyebutkan, pihaknya mendengar pendapat dari dua koperasi yang jadi imbas sengketa lahan itu. Mereka meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) tidak mengeksekusi lahan tersebut.
"Kita mendengar sesuai permohonan tatap muka dari dua koperasi. Mereka meminta DLHK tak merampas hak mereka. Mereka juga meminta hak mereka dari kebun yang menjadi persoalan saat ini," tutur Robin Hutagabung.
Menurut politisi PDIP ini, dalam persoapan ini telah muncul putusan dari Mahkamah Agung (MA). Ia meminta semua pihak terkait untuk menghormati putasan MA. "Jika PT PSJ merasa tidak puas dengan putusan itu, maka bisa menempuh jalur hukum yang ada saja. Misalnya pengajuan peninjauan kembali atau bagaimana," kata Robin Hutagalung.
Sesuai keputusan MA, menjadi kewenangan jaksa sebagai eksekutornya. DPRD tidak berada dalam konteks tersebut tapi dia menilai jaksa melakukan eksekusi berdasarkan aturan perundang-undangan yang ada. "Kewajiban kejaksaan dalam melaksanakan perintah eksekusi berdasarkan putusan MA dalam ranah pidana," kata dia.
Dalam RDP tersebut DLHK Riau bersama Pemprov Riau juga telah melaksanakan koordinasi dengan pemerintah pusat. Dalam koordinasi itu muncul keputusan bahwa akan ada pembentukan tim untuk menyelesaikan permasalahan di desa Gondai itu.***
.png)

Berita Lainnya
DP2KBP3A Inhil Gelar Apresiasi Duta Genre dan Jambore Kreatifitas Remaja
Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis sukses menyelenggarakan Kegiatan Civil V
Dulu Berat Diongkos, Kini Warga Kandis Bisa Cetak E-KTP di UPTD Disdukcapil
Pilkada Inhu 2024: Ade-Hendrizal Klaim Unggul di 14 Kecamatan
Kasus Covid-19 di Rohul Kian Tak Terkendali, Kelmi Minta Fraksi Demokrat Evaluasi Kinerja Satgas Covid-19
Kecamatan Kulim Juara Festival Lampu Colok Provinsi
Urus Segera e-KTP Anda, Stok Blanko di Disdukcapil Masih Tersedia 6.000 Keping
Pengurus PKB Bengkalis Dikaretaker, Muscab Digelar Maret
Kadis P2KBP3A Tutup Bimtek PPRG 2022 Secara Resmi
44 Santri Ponpes Dar El Hikmah Positif Covid-19, Ini Saran Diskes Riau
Dewan Pers Apresiasi Pergub Kerjasama Media Riau
Salurkan Bantuan untuk Balita Kelainan Jantung, Dinsos Inhil Segera Rujuk Pasien ke RS Awal Bros