Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Saat Covid-19, INDEF: Mudik Lebaran Tak Mampu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pengamat ekonomi INDEF, Enny Sri Hartati menegaskan kegiatan mudik Lebaran 2021 saat pandemi Covid-19 diprediksi tidak banyak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional. Alasannya, para pemudik tidak memiliki kemampuan spending yang cukup, karena banyak yang menghemat pengeluaran.
"Artinya, tidak pertumbuhan ekonomi yang signifikan dibanding dengan resiko yang ada soal Covid-19. Kalaupun pergi ke lokasi Wisata, tidak belanja karena membawa bekal dari rumah," katanya dalam diskusi "Simalakama Mudik dan Dampak Ekonomi Rakyat" bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena dan Anggota Komisi V DPR Irwan Fecho di Jakarta, Kamis (8/4/2021).
Lebih jauh kata Enny, kegiatan yang dapat membangkitkan ekonomi itu adalah lapangan kerja. Sehingga bisa mendongkrak daya beli masyarakat. "Nah, sekarang ini mau ada mudik atau tidak, ya tidak ada pengaruhnya. Karena saat ini masyarakat banyak kehilangan pekerjaan," ujarnya.
Dari beberapa pengalaman 3 kali libur panjang pada 2020, sambung Enny lagi. Buktinya tidak ada peningkatan pengeluaran pada masyarakat. "Artinya aktivitas ekonomi itu tidak punya dampak, misalnya terhadap penjualan ritel dan perputaran uang," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena mengaku pro kontra soal Mudik saat ini tidak segaduh seperti 2020 lalu. Karena masyarakat khususnya Jadodetabek yang dilarang mudik mendapat bantalan, Bansos. "Saya ingat betul, Bansos itu diarahkan untuk mencover untuk masyarakat yang tidak pulang dan terkena dampak langsung dari Covid-19," ungkapnya.
Jadi, lanjut Melki, sapaan akrabnya, warga yang tidak mudik itu sebenarnya adalah warga yang sebagian besar bekerja pada sektor informal. "Pun begitu dengan warga yang berasal dari Jawa tengah, Jawa Timur, Jogja dan Jawa Barat bisa tercover dan tidak pulang, karena mendapat bansos," ujarnya.
Oleh karena itu, sambug Melki lagi, kalau memang melarang mudik, maka pemerintah harus memikirkan cara warga yang tidak pulang bisa beraktifitas secara normal pada Ramadan hingga Idul Fitri. Sehingga mereka bisa bertahan untuk menikmati Ramadhan dan masa Idul Fitri ini dengan baik.
Sedangkan Irwan Fecho mengatakan pemerintah tidak konsisten terhadap kegiatan mudik ini. Faktanya sampai hari ini, tidak ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah secara resmi dan yang mengatur soal Mudik 2021.
Dia mendesak pemerintah harus menunjukkan sikap keteladanan dan berkomitmen untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Karena trend sudah sangat jelas, bahwa setiap hari hari libur panjang arus mudik tetap berlangsung. "Jadi harus berani ambil tindakan tegas, walaupun pahit," pungkasnya. ***
.png)

Berita Lainnya
Jokowi Minta Airlangga dan Menaker Ida Revisi Kebijakan JHT
Rumah Sakit Diminta Disiplin Dalam Mengklaim Biaya Pelayanan Pasien Covid-19
Warga Resah Karena Napi Berulah Usai Bebas, Kemenkumham Didesak Tanggung Jawab
Simak Cara Mendaftar Program Kartu Prakerja di 2022
Semua Anggota Polri Dilarang Mudik
IDI Tegaskan Hanya Akan Divaksin Setelah Izin BPOM Keluar
Ini Rentetan Teror di Kantor Polisi Sebelum Mabes Polri Diserang, Salah Satunya di Riau
Kemenkes Ungkap Dua Kondisi Tak Bisa Divaksinasi saat Puasa
Jokowi Teken Perpres Tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif
Pemerintah akan Kenakan Tarif Pajak Penghasilan Hingga 35 Persen Bagi Golongan Ini
Syukurlah, Arab Saudi sudah Izinkan Jamaah Umrah dan Haji Indonesia Berusia 60 Tahun
Pemda dan Sekolah Dilarang Wajibkan Peserta Didik Gunakan Seragam Kekhususan Agama