Pilihan
Sri Mulyani Waspadai Dampak Penyebaran Omicron terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pemerintah terus mewaspadai dampak Covid-19 varian omicron terhadap pemulihan ekonomi Indonesia. Sebab, belum ada yang mengetahui pengaruh varian asal Afrika Selatan tersebut bisa seperti penyebaran varian delta, atau malah sebaliknya bisa dikendalikan.
"Kami juga melihat sekarang varian baru Omicron yang masih terus menjadi variant of interest yang kami juga masih belum tahu bagaimana ini akan mempengaruhi," ujar Sri Mulyani dalam acara World Bank Indonesia Economic Prospects Report, Jakarta, Kamis (16/12).
Dia memastikan, pemerintah akan terus berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan fokus pada perkembangan Covid-19. Hal ini menjadi syarat yang diperlukan agar Indonesia dapat pulih lebih kuat.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Dua tahun terakhir menjadi tahun yang sangat sulit yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Indonesia. Pandemi Covid-19 masih belum berakhir karena munculnya berbagai varian baru sehingga berdampak pada perekonomian.
"Tahun ini, kami sangat terpengaruh, seperti yang dialami lebih dari 130 negara lainnya yang terkena dampak varian Delta yang memberi tekanan pada proses pemulihan ekonomi," kata dia.
Maka, pemerintah akan terus memberikan dukungan dari sisi fiskal untuk sektor kesehatan. Khususnya pada program vaksinasi, serta terus adaptif dan fleksibel merespon dampak dari munculnya varian Covid-19.
Perluasan Vaksinasi
Presiden Joko Widodo pun telah meminta perluasan vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun. Rencananya program vaksinasi tersebut sudah akan mulai dijalankan pada Desember 2021. "Ini untuk anak-anak antara 6 hingga 11, yang akan diluncurkan bulan ini. Kami juga menyasar mereka yang paling rentan yang belum mendapatkan vaksinasi," ujarnya.
Bendahara negara ini menilai, pengendalian pandemi yang dilakukan pemerintah hingga kini telah menunjukkan hasil yang sangat baik. Jumlah kasus harian turun menjadi sekitar 200 kasus per hari. Sementara, total kasus aktif yang sempat mencapai 574.000 pada Juli 2021, kini turun menjadi hanya 5.000 kasus.
Namun hal itu tidak berarti pandemi selesai. Pemerintah akan terus mempercepat dan memperluas program vaksinasi dan mendorong masyarakat untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan.
"Saya kira ini salah satu kunci kita bisa terus menjaga dan mengendalikan Covid. Di sisi lain, kita juga bisa menormalkan atau meningkatkan kegiatan ekonomi. Ini adalah salah satu bidang yang akan terus dilakukan oleh pemerintah," kata dia.
.png)

Berita Lainnya
Dibuka Hari Ini, Menu Pendaftaran Kartu Prakerja Belum Tersedia
Triwulan Pertama, Transaksi Kanal Digital BSI Tembus Rp40,85 Triliun
WhatsApp Rilis Fitur Baru Lagi, Intip Kuy!
Hati-hati Jebakan SMS 'IMEI HP Tidak Terdaftar' dari Nomor Kominfo Palsu
Besok, Iuran Peserta BPJS Kesehatan Resmi Turun
Provinsi Sumatra Utara Ditetapkan Jadi Tuan Rumah HPN 2023
Abdul Wahid : Pemerintah dan Badan Legislasi DPR RI Sepakat Kluster Pendidikan Tidak Masuk RUU Omnibus Law
Mau Dapat Diskon Bikin SIM? Begini Cara Daftarnya
5 Kerja Sama Pertahanan Usai Prabowo Bertemu Menteri Angkatan Bersenjata Prancis
Banjir Jakarta, Pool Taksi Blue Bird Seperti Kolam Renang
Pemerintah Tak Larang Mudik Lebaran, Ini Persiapan Kemenhub
Ini Tarif Listrik PLN Berlaku Januari - Maret