Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Pemerintah Indonesia Dinilai Overdosis Cap Radikalisme pada Umat Islam
JAKARTA (INDOVIZKA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan keluhannya terkait isu radikalisme di Indonesia.
Menurutnya, Pemerintah Indonesia keliru dalam memahami atas radikalisme dan ekstrimisme. Sehingga sikap Indonesia dianggap telah overdosis mengkaitkan permasalahan tersebut dengan Islam.
“Kami juga melakukan kritik, Indonesia juga overdosis ketika mengeksplor radikalisme-ekstrimisme itu pada Islam. Dan itu kekeliruan besar sebenarnya,” ujar Haedar Nashir, di hadapan peserta forum Center of Southeast Asian Social Studies Universitas Gajah Mada (UGM), sebagaimana dikutip INDOVIZKA.com dari situs resmi Muhammadiyah.
Bukan cuma itu, Haedar Nashir mengatakan, label radikalisme yang ditujukan kepada umat Islam di Indonesia menyebabkan kerja-kerja moderasi terhambat.
“Ketika radikalisme dan ekstrimisme hanya disematkan pada Islam, itu nanti akan kontraproduktif dan menggeneralisasi. Kami yang hadir di titik moderat itu juga berat menghadapinya,” tutur Haedar.
Ditegaskannya, sesungguhnya gejala radikalisme saat ini justru nyatanya muncul di kelompok yang sangat nasionalis. Saking nasionalisnya, mereka menganggap hal-hal yang berkaitan dengan agama sebagai sebuah ancaman terhadap eksistensi NKRI.
“Bagi sosial politik yang berdimensi nasionalisme juga ada kecenderungan radikalisme melalui ultra nasionalis, tidak suka dengan mereka yang membawa agama. Begitu mendengar agama itu alergi,” kritiknya.
.png)

Berita Lainnya
Minyak Goreng Murah Sulit Terjamah
Kakek Hanya Kerja di Sawah DInyatakan Positif Covid-19
Enam Warga Riau yang Sudah Diobservasi Tetap Diawasi
Polisi Tangkap 3.862 Pengunjuk Rasa di Seluruh Indonesia
Jokowi Minta Airlangga dan Menaker Ida Revisi Kebijakan JHT
Waspada! Kali Ini CDC Pastikan Covid-19 Bisa Menular Lewat Udara
KM Kelud Jadi Pilihan GP Ansor Gelar Kongres XVI di Atas Laut
Iuran BPJS Kelas III Naik Mulai Hari Ini
Penjelasan Lengkap Menko Luhut Soal Kabar Keterlibatan di Bisnis PCR
Rincian 7 BUMN yang Dapat PMN Sebesar Rp 38,4 Triliun Tahun Ini
Jam Kerja ASN Selama Ramadhan Hingga Pukul Tiga Sore
PSN Diharapkan Bisa Serap Banyak Tenaga Kerja