Pilihan
Gatot Nurmantyo dkk Sebut Jokowi Gagal Kelola Jalannya Pemerintahan
JAKARTA (INDOVIZKA) - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menilai Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah gagal dalam mengelola jalannya pemerintahan.
“Karena kondisi demokrasi, ekonomi, HAM, serta praktik-praktik rente kebijakan dan korupsi semakin hari semakin memburuk tidak terkendali,” kata presidium yang diwakili Gatot Nurmantyo, Rochmat Wahab, dan Din Syamsuddin dalam maklumatnya, Sabtu, 13 November 2021.
Presidium menilai, maklumat KAMI yang pertama mengenai tata kelola penyelenggaraan negara di masa pandemi Covid-19 tidak mendapatkan respons pemerintah sebagaimana dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokratis. “Faktanya, kondisi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan hari ni semakin buruk, dan jauh dari konsep negara demokrasi yang berlandaskan Pancasila,” ujar mereka.
- Mafirion Sosialisasikan 4 Pilar di Pulau Kijang Indragiri Hilir: Tingkatkan Kesadaran
- DPW Jema'ah Syatariah Riau Minta Mubaligh dan Alim Ulama Ajak Jemaah Menangkan Wahid-Hariyanto
- Ustadz Yurnalis Sebut Abdul Wahid Sosok Pemimpin yang Merangkul
- Dihadapan Ribuan Warga Kuansing, Abdul Wahid Minta Restu Maju Pilgubri
- PKB Usung Ferryandi dan Dani Maju Pilkada Inhil 2024, Iwan Taruna: Survei Keduanya Tertinggi
Pada kehidupan ekonomi, Gatot dkk menilai persoalan yang makin berat adalah utang pemerintah, termasuk BUMN dan BI yang semakin tidak terkendali. Utang ini, menurut Presidium, sudah tidak terkendali sebelum pandemi Covid-19 demi membangun proyek infrastruktur yang tidak fisibel dan bukan prioritas kebutuhan rakyat.
Presidium memandang ketika utang makin bertambah dengan alasan penanganan pandemi, pemerintah tidak dapat meningkatkan penerimaan negara melalui pendapatan pajak. Salah satunya dari pemanfaatan sumber daya alam. “Ini akibat para mafia sumber daya alam selama ini tidak membayar pajak sebagaimana mestinya, bahkan menimbulkan deforestasi dan kerusakan pada sumber daya alam,” ujarnya.
Aspek lainnya, Gatot dkk menyampaikan peran ganda para pejabat di masa pandemi, yaitu sebagai pengambil keputusan dan kebijakan sekaligus pelaku bisnis terkait dengan obat Covid-19 dan jasa PCR. Mereka menilai ini menunjukkan pada masyarakat bahwa pejabat negara terlibat dalam konflik kepentingan.
Dari hal-hal tersebut, Presidium KAMI menyatakan bahwa kepemimpinan dalam menangani pandemi yang ditunjukkan kepada rakyat adalah kepemipinan yang mengabaikan moral, dan menunjukkan keserakahan di tengah derita pandemi.
“Kepemimpinan nasional tidak fokus memikirkan nasib rakyat, dan tidak memiliki kemampuan yang sesuai dengan tantangan dan beratnya persoalan hari ini untuk melakukan langkah-langkah perbaikan demi menyelamatkan Indonesia,” kata Gatot Nurmantyo dkk
.png)

Berita Lainnya
17 Bakal Cabup dan Cawabup Rohul Mendaftar di Partai Golkar
Pra Muscab ke-5 DPC PKB Inhil Hasilkan Satu Nama Kandidat Ketua
PDIP Tegaskan Hasil Kerja Lebih Penting daripada Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
DPC PKB Kampar Tetapkan Formasi, Raja dan Ramli Pimpin Fraksi PKB
Cak Imin Terpilih Jadi Ketum PKB Periode 2024-2029
Menuju 2024, Airlangga Sebut Golkar Ketemu Momentum Baik
Kesaksian Pemilih di Bengkalis : Terima Surat Suara yang Sudah Dicoblos
Rumah Moeldoko Jadi Markas Sementara Demokrat KLB Sibolangit
Kesempatan Gugat Hasil Pilkada Meranti Terbuka Hingga 19 Desember
Terkait Reshuffle, PDIP Persilahkan Jokowi Pilih Menteri dari Kalangan Mana Saja
Demokrat Nilai Blusukan Risma di Jakarta Karena Ada Tujuan Politiknya
PPP Riau Jadikan Harlah ke-48 Momentum Kebangkitan Untuk Pemilu 2024