Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Kapal Berbendera Malaysia Selamatkan Tiga Nelayan Aceh
JAKARTA (INDOVIZKA) - Tiga nelayan tradisional asal Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang diselamatkan kapal asing berbendera Malaysia. Mereka diselamatkan setelah perahu motornya pecah dan karam dihantam ombak besar di perairan Selat Malaka.
Camat Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Hans Marta Kesuma mengatakan, perahu motor nelayan tersebut karam pada Minggu (12/12) sekitar pukul 08.00 WIB.
"Ada tiga nelayan Seruway di perahu motor tersebut. Mereka sempat terombang-ambing di laut sebelum akhirnya diselamatkan kapal berbendera Malaysia," katanya di Aceh Tamiang, Minggu (12/12).
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Adapun tiga nelayan yang diselamatkan kapal berbendera Malaysia tersebut yakni Prasetyo (24), Hendra Syahputra (23) dan Musliyadi (38). Mereka semua warga Desa Muka Sungai Kuruk Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang.
Hans mengungkapkan, dirinya sudah menerima laporan ketiganya diselamatkan kapal Malaysia. Dan saat ini sedang dalam pemulangan.
"Foto ketiga nelayan tersebut juga sudah kami terima. Untuk lebih jelasnya bisa hubungi Datok Penghulu atau Kepala Desa Muka Sungai Kuruk karena yang bersangkutan mengurusi pemulangan ketiganya," ujarnya seperti dilansir dari Antara.
Datok Penghulu Desa Muka Sungai Kuruk Alpian mengatakan ketiga nelayan tersebut sudah berkomunikasi dengan orang tua mereka mengabarkan kondisi mereka melalui telepon kapal tersebut.
Saat ini, posisi ketiga nelayan tersebut masih di kapal yang menyelamatkannya dan sedang dalam pelayaran ke Pelabuhan Klang, Malaysia.
“Mereka sekarang sudah di perairan Sumatera Utara dan sedang dikoordinasikan dengan Kantor SAR Medan untuk proses evakuasi dan pemulangan,” tutup Alpian.
.png)

Berita Lainnya
Soal Sandiaga Uno Jadi Menpar, PKS Merasa Aneh
Beredar Nama-mana Komisaris dan Direksi PT SPR dan PIR
Kebakaran Kilang Cilacap, Polisi Periksa Saksi dari BMKG
Narasi Anti-FPI, Pendukung Jokowi Diminta Tak Catut Gus Mus
Cegah Pandemi Flu Babi, Kementan Awasi Hewan Ternak Masuk RI
Unsri Libatkan Mahasiswi jadi Satgas Antisipasi Pelecehan Seksual
Sumbar Macet, Waktu Tempuh Jadi Molor 3 Kali Lipat
Tiga Kapal Terbakar di Pelabuhan Muara Angke Subuh Tadi
Dosen Unsri Palembang Akui Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya
Wow, Ternyata Hutang Pemerintah Rp 48,46 Triliun ke PLN
Menhub Budi Dorong Industri Transportasi Berinovasi Demi Ciptakan Lapangan Kerja
Sumber Gaji PPPK Belum Jelas, Tenaga Non ASN Jadi Korban