Pilihan
Surplus Perdagangan Pecah Rekor, Bantu Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menilai surplus neraca perdagangan selama 20 bulan berturut-turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi ini berbading terbalik dari dampak tappper tantrum pada krisis yang terjadi pada tahun 2013.
"Kita mengalami surplus yang tertinggi, mencapai rekor ini membantu sekali," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Komisi XI di DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (19/1).
Sri Mulyani menjelaskan, selama pandemi, ekspor Indonesia tidak hanya berkutat pada komoditas sumber daya alam (SDA). Produk-produk manufaktur yang diekspor mulai meningkat. Artinya Indonesia sudah mampu mengambil keuntungan dari nilai tambah produk.
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
"Ini bagus, artinya value added kita di dalam negeri meningkat," kata dia.
Sementara itu, kinerja impor menjelang akhir tahun mulai meningkat. Namun berdasarkan volumenya, mayoritas merupakan bahan baku/penolong dan barang modal. Meski begitu nilai ekspor masih lebih tinggi dari impor.
"Pertumbuhan ekspor kita sudah dua digit dan impor kita juag dua digit tapi kita tetap bisa surplus," katanya.
Besaran Surplus Neraca
Sebagai informasi, sepanjang 2021, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai USD 35,34 miliar. Kinerja surplus sepanjang 2021 ditopang dari nilai ekspor yang mencapai USD 231,54 miliar. Tumbuh dua digit sebesar 41,88 persen (yoy).
Pertumbuhan ekspor sepanjang tahun 2021 didorong oleh pertumbuhan yang tinggi baik pada ekspor nonmigas yang tumbuh 41,5 persen, maupun ekspor migas yang tumbuh 48,7 persen.
Sementara itu dari sisi impor Indonesia pada 2021 meningkat menjadi sebesar USD 196,20 miliar atau tumbuh 38,59 persen (yoy). Angka ini telah melebihi kumulatif impor di tahun 2020. Impor di tahun 2022 diperkirakan semakin menguat dalam rangka mendukung aktivitas domestik yang semakin menguat.
Struktur impor Indonesia di 2021 didominasi impor golongan bahan baku dan penolong senilai USD 147,38 miliar (75,12 persen dari total impor). Peningkatan pada impor bahan baku dan barang modal pada dasarnya mencerminkan adanya peningkatan aktivitas industri dalam negeri.
.png)

Berita Lainnya
1.955 Personel Keamanan Jaga Demonstrasi di Istana Negara Hari Ini
Kemerdekaan Pers di Tanah Air, Antara Kenyataan dan Ilusi
Kemenag Lepas Keberangkatan 419 Jemaah Umrah
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri May Day 2026 dan Tegaskan Penguatan Perlindungan Buruh
Airlangga: Vaksinasi Covid-19 Bentuk Ikhtiar Pemerintah Menyelamatkan Masyarakat
Rotasi Polri, Kapolda Kalimantan Utara Diganti
Mentan Tetapkan Ganja Sebagai Tanaman Obat
Agar Tepat Sasaran, Kemensos Ajak Masyarakat Awasi Penyaluran BLT Minyak Goreng
Jangan Hanya Larang Mudik, Pemerintah Diminta Juga Tutup Tempat Wisata
Iuran BPJS Kesehatan Tahun 2020 Ditanggung Pemerintah, Ini Peserta yang Berhak Dapat
Rekam Jejak Darmawan Prasodjo, Ahli Perubahan Iklim dan EBT yang Kini Jadi Dirut PLN
Istana Nilai Amien Rais Tidak Gentleman Terkait Amandemen UUD untuk Jabatan Presiden 3 Periode