Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Wasit Liga 3 di Sulsel Babak Belur Dikeroyok Pemain, Polisi Periksa 10 Saksi
JAKARTA (INDOVIZKA) - Wasit Laga Liga 3 Zona Sulawesi Selatan (Sulsel) antara Gasma Enrekang melawan PS Nene' Mallomo Sidrap, Romy Dg Rewa babak belur dipukul pemain. Polisi masih menyelidiki kasus penganiayaan ini.
Penyelidikan dilakukan setelah Kepolisian Resor Enrekang menerima laporan pemukulan wasit itu dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Pemukulan dilakukan pemain PS Nene' Mallomo Sidrap menyusul kericuhan pada pertandingan yang digelar di Stadion Bumi Massenrempulu, Kota Enrekang, Jumat (24/12).
Kepala Polres Enrekang Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Sinjaya mengatakan, mereka sudah memeriksa 10 orang saksi terkait penganiayaan itu.
- Menang 2-0 Lawan Arab Saudi, Ranking FIFA Timnas Indonesia Langsung Naik
- Imbang Jamu PSKC Cimahi, PSPS Pekanbaru Kembali Gagal Raih Tiga Poin
- Kalahkan Prancis di Final Sepakbola Olimpiade 2024, Spanyol Raih Emas
- Usai Prancis Gagal ke Final Euro 2024, Pelatih Didier Deschamps Pasang Badan
- Euro 2024, Spanyol Diprediksi Menang Lawan Italia
"Sepuluh saksi dari pihak korban, panitia pelaksana, pemain dan petugas. Ini masih terus dikembangkan," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/12).
Sinjaya menambahkan, pihaknya juga masih menunggu hasil visum kekerasan yang diterima wasit utama laga Gasma Enrekang melawan PS Nene' Mallomo. "Sementara kami proses dan menunggu hasil visum," tuturnya.
PSSI Siapkan Sanksi
Terpisah Sekretaris Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulsel Ahmadi Djafri mengecam tindakan penganiayaan dilakukan pemain PS Nene' Mallomo terhadap wasit. Ia menegaskan kasus itu telah dilaporkan ke Polres Enrekang.
"Jadi kami dari Asprov PSSI Sulsel tidak ada ruang pemain yang melakukan tindakan pidana di dalam lapangan. Jadi untuk proses ini sementara kami laporkan ke Polres Enrekang," tegasnya.
Selain melaporkan ke polisi, Asprov PSSI Sulsel juga sudah menyiapkan sanksi bagi pemain PS Nene' Mallomo yang melakukan kekerasan terhadap wasit. Ia menegaskan pihaknya tidak akan kompromi terkait persoalan tersebut.
"Bagi kami itu sudah tidak pantas seorang pemain (melakukan penganiayaan terhadap wasit). Nanti kita lihat hasilnya seperti apa, tapi kami dari Asprov tidak ada kompromi persoalan ini," jelas dia.
Serahkan Video Pemukulan
Ia mengatakan sekurangnya ada tiga pemain yang secara jelas melakukan kekerasan terhadap wasit. Meski tak menyebut nama, Ahmadi mengatakan, nomor punggung pelaku.
"Kalau tidak salah nomor 11, 22 dan 20 (melakukan pemukulan terhadap wasit). Itu bisa bertambah karena hasil video menunjukkan itu," ungkapnya.
Ia menambahkan pihaknya juga telah menyerahkan video pemukulan dilakukan oleh pemain PS Nene' Mallomo ke Polres Enrekang. "Kemudian tadi malam Polres Enrekang juga sudah melakukan gelar perkara. Itu dia minta videonya dan semua akan dipanggil," ucapnya.
.png)

Berita Lainnya
Selama Ramadhan, Siswa IFA Tembilahan Libur Latihan
Try Out ke Malaysia, Tim Futsal PWI Riau Kalahkan PJ FC
Sebulan Jelang Kejurnas, Atlit Karate Forki Riau Jalani TC Penuh
Menang Telak Lawan Pekanbaru, Futsal Inhil Juara Kejurda U16 Provinsi Riau
Hasil Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Umbar Janji sebelum Jalani Kualifikasi Piala Asia 2023
Siapkan 100 Atlit, PWI Riau Targetkan 10 Medali Porwanas di Malang
Disparporabud Serahkan Uang Saku TC Seluruh Atlet Porprov Inhil
Semifinal Piala AFC U23 Nobar di Mapolda Riau Irjen Iqbal Yakin Indonesia Menang 3-1 Atasi Uzbekistan
Timnas Indonesia Kalahkan Taiwan 2-1
Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh
3 PR yang Harus Dibenahi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia Usai FIFA Matchday
Wakil Riau Melaju 16 Besar Putaran Nasional Piala Soeratin