Pilihan
Ibu Kota Negara Pindah ke Kaltim, Investasi Properti di Jakarta Tetap Menjanjikan
JAKARTA (INDOVIZKA) - Pemerintah akan memindahkan ibu kota negara ke Penajam Paser, Kalimantan Timur. Pemindahan akan dilakukan secara bertahap. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan nasib investasi properti Jakarta yang kini merajai pasar properti nasional.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Real Estate Indonesia (REI) Hari Ganie mengatakan, sejauh ini investasi properti di Jakarta masih cukup menarik meskipun ada rencana pemerintah memindahkan ibu kota. Sebab, aktivitas masyarakat Indonesia secara nasional masih didominasi oleh Jakarta.
"Jabodetabek, banyak ditanya pengembang lokal dan asing. Nasib Jakarta bagaimana? Jakarta adalah kota yang kegiatannya jauh lebih besar dibanding kota lain. 70 persen properti ada disekitar Jakarta," kata Hari dalam diskusi Kuat Bersama Sektor Properti Sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi, Jakarta, Jumat (4/2/2022).
- Pemerintah Teguhkan Semangat Reformasi Lewat Perlindungan Kebebasan Pers
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
Hari mengatakan, Jakarta memiliki banyak fungsi yang tidak serta merta kosong apabila salah satu fungsi dipindahkan ke daerah lain. Beberapa fungsi tersebut antara lain, pemerintahan, perdagangan, jasa, perkantoran, pendidikan serta kelembagaan.
"Jadi banyak fungsinya, satu fungsi yang akan dipindahkan dan bertahap, ini tidak akan mengganggu Jakarta menjadi kota properti," jelasnya.
Sementara itu, Pengamat Properti Ali Tranghanda mengatakan, beberapa negara dunia yang memindahkan ibu kota belum ada yang sukses. Artinya, butuh waktu yang cukup panjang menciptakan kota ramai penduduk dan aktivitas.
"Pemindahan Ibu Kota tuh belum ada yang sukses. Butuh waktu berabad-abad. Ini tergantung sustain pemerintah. Perpres saja tidak cukup. Harus ada RUU. Ini sangat tergantung pengganti Presiden Jokowi ke depan," katanya.
Namun demikian, dia meyakini, Jakarta sebagai kota bisnis akan terus menjalankan perannya. Sebab, pengusaha dan investor tetap akan melakukan kegiatan di Jakarta.
"Good news nya, ini kan bukan memindahkan satu kota tapi menciptakan kota baru. Jakarta sebagai kota bisnis tetap akan berjalan. Selama pusat bisnis ada di Jakarta, Jakarta akan tetap jadi pusat bisnis," tandas Ali.
.png)

Berita Lainnya
Hari Ini, Harga Cabai dan Ayam Potong Kompak Turun di Pekanbaru
Kenaikan Harga Telur dan Daging Ayam Picu Inflasi Riau
Daftar Harga Minyak Goreng Terbaru di Alfamart dan Indomaret
Jelang Idul Fitri, Harga Bahan Pokok di Pasar Pangkalan Kerinci Terpantau Stabil
Pendapatan Negara di 2021 Tembus Rp2.003 Triliun, Berikut Rincian Sumbernya
Pemerintah Tetapkan HET, Ini Harga Minyak Goreng Mulai 1 Februari
BSP Hasilkan Laba Bersih Rp381 Miliar Tahun Buku 2022
Peduli UMKM, Insta Inhil Terima PWI Inhil Award 2024
Sambut Idul Fitri, Gubri Resmi Launching Operasi Pasar
Kemenkeu Blokir Sementara Anggaran Kementerian/Lembaga Rp39 Triliun, Kenapa?
BLT Rp600.000 untuk UMKM Hingga Nelayan Cair Bulan Ini
Pemerintah Disarankan Jual Minyak Goreng Bersubsidi ke Masyarakat Kelas Bawah