Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Wakil Ketua MUI: Kalau Garuda Bangkrut, Apalagi yang Bisa Dibanggakan?
JAKARTA (INDOVIZKA) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyayangkan kondisi keuangan penerbangan maskapai Garuda Indonesia yang berdarah-darah. Maskapai ini, kata dia, merupakan kebanggaan negara dari sisi penerbangan internasional.
“Kalau sampai perusahaan Garuda bangkrut dan ditutup, pertanyaannya apalagi yang bisa dibanggakan sebagai bangsa dalam dunia penerbangan di negeri ini. Kasihan sekali bangsa dan negeriku,” ujar Anwar dalam pesan tertulis, Jumat, 29 Oktober 2021.
Kesulitan keuangan yang dialami Garuda, kata Anwar, telah mengancam eksistensi emiten berkode GIAA itu sebagai maskapai nasional. Garuda saat ini dikabarkan tengah memiliki utang sampai Rp 70 triliun dan nilainya terus bertambah.
- Ketua Tim Jargas Sebut Kado Ultah ke-26 Pelalawan Dapat Tambahan Kuota 3.076 Jaringan Gas dari APBN
- Aktif Kembali Bumdes Jaya Bersama setelah Fakum Hampir 7 Tahun
- Wabup Husni Tamrin Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2025
- Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan Operasi Pasar Murah Jelang Idul Fitri 1446 H
- Pemkab Pelalawan Sediakan Bantuan Penyebrangan Roda Dua Gratis Melintasi Banjir Jalan Lintas Timur
Menurut Anwar, bila tak mendapat suntikan dana segar, Garuda akan terancam tutup dan mati. Musababnya, pendapatan maskapai tergerus karena menurunnya jumlah penumpang di tengah pandemi Covid-19.
“Sementara pengeluarannya masih besar dan banyak. Setiap bulan perusahaan tetap harus berusaha menutupi ketekoran dengan berhutang atau jual aset dan atau mendapatkan subsidi dari pemerintah,” ucapnya.
Situasi buruk Garuda Indonesia, tutur Anwar, tidak bisa terlepas dari faktor internal dan eksternal. Dari sisi eksternal, bisnis maskapai tertekan karena krisis wabah Covid-19.
Sedangkan dari sisi internal, maskapai menghadapi masalah karena kesulitan melakukan negosiasi dengan lessor asing untuk menurunkan beban utang. Selain itu, manajemen masih menanggung beban operasional seperti pembayaran fasilitas untuk pilot, awak kabin, dan karyawan.
“Kita melihat lemahnya semangat berkorban dari para pihak yang terlibat untuk bisa melakukan sesuatu yang berarti,” tutur Anwar.
Asosiasi Pilot Garuda (APG) sebelumnya menyatakan gaji para pilot dan co-pilot telah berkurang 50 persen selama pandemi Covid-19. Kebijakan itu berlangsung sampai Oktober 2021 dan masih terus berlanjut.
“APG memahami kesulitan kondisi industri penerbangan saat ini, khususnya Garuda lndonesia dan demi mendukung proses penyelamatan Garuda lndonesia, Pilot Garuda lndonesia sudah menjalankan pengurangan penghasilan,” ujar Pelaksana tugas Presiden Asosiasi Pilot Garuda Donny Kusmanagri dalam pesan pendek.
Donny berujar, teknis pemotongan gaji ini sesuai dengan ketentuan yang disepakati antara karyawan dan manajemen. Dia meminta semua pihak mendukung dan memastikan keberlangsungan perusahaan agar tetap fokus terhadap upaya penyelamatan.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengakui maskapainya menghadapi tekanan kinerja usaha. Namun kondisi ini dialami seluruh pelaku industri penerbangan.
Sebagai upaya memulihkan kondisi perusahaan, ujar dia, Garuda melakukan restrukturisasi. "Langkah restrukturisasi tersebut yang saat ini terus kami perkuat melalui sinergitas BUMN salah satunya bersama Pertamina. Pada akhir tahun 2020 lalu kami berhasil memperoleh kesepakatan perpanjangan waktu pembayaran kewajiban usaha selama tiga tahun dari total outstanding yang tercatat hingga akhir tahun 2020 terhadap Pertamina," tutur Irfan.
Ia menambahkan, Garuda akan memperkuat bisnisnya melalui penjajakan restrukturisasi lanjutan bersama Pertamina untuk kewajiban usaha yang tercatat pada 2021. Ia meyakini upaya bersama Pertamina akan menjadi fondasi fundamental bagi kelangsungan bisnis maskapai.
“Garuda Indonesia memastikan bahwa seluruh aspek kegiatan operasional penerbangan akan tetap berlangsung dengan normal. Kami berkomitmen untuk senantiasa mengoptimalkan standar layanan penerbangan yang aman dan nyaman,” ujar Irfan
.png)

Berita Lainnya
Harga TBS Sawit Plasma dan Swadaya di Riau Naik
6.867 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty Jilid II, Harta Diungkap Rp 5,25 Triliun
Beli Bensin Makin Gampang, PT Pertamina Luncurkan Layanan Baru
Minyak Dunia Anjlok, Harga CPO Ikut Turun
Harga Bawang Merah di Inhil Naik Jelang Tahun Baru 2020
Penerimaan Pajak Tembus Rp109 Triliun Sepanjang Januari 2022
Menteri Sandiaga Target Datangkan 3,6 Juta Turis Asing di 2022
Pertalite di Bawah Harga Keekonomian, Ahok: Sementara Jadi Kerugian Pertamina
Minyak Goreng Langka, DPRD Inhil Sidak Langsung ke Lapangan
Tol Pekanbaru-Dumai Masih Gratis, SK Tarif Belum Terbit
100 Ton Lidi Sawit Riau Terbang ke India dan Pakistan Setiap Bulan
23 Ribu UMKM Riau Terima Bantuan Pusat Sebesar Rp2,4 Juta