Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Mantan Pelatih PSPS Raja Faisal Berikan Coaching Clinic di SSB Tunas Bangsa
PEKANBARU (INDOVIZKA) - Para siswa yang mengenyam pendidikan sepakbola di Sekolah Sepakbola (SSB) Tunas Bangsa, sumringah ketika kedatangan mantan pelatih kepala PSPS Riau, Raja Faisal Febnaldi.
Dalam kesempatan Ahad (13/3/2022) pagi di Lapangan Rumah Potong yang berada di Jalan Cipta Karya itu, dalam coaching clinic ini Raja Faisal memberikan materi dan programnya secara langsung.
"Saya melihat banyak anak-anak yang berpotensi di SSB Tunas Bangsa, namun catatan teknik dasar dalam sepakbola harus lebih dimatangkan lagi," katanya.
- Menang 2-0 Lawan Arab Saudi, Ranking FIFA Timnas Indonesia Langsung Naik
- Imbang Jamu PSKC Cimahi, PSPS Pekanbaru Kembali Gagal Raih Tiga Poin
- Kalahkan Prancis di Final Sepakbola Olimpiade 2024, Spanyol Raih Emas
- Usai Prancis Gagal ke Final Euro 2024, Pelatih Didier Deschamps Pasang Badan
- Euro 2024, Spanyol Diprediksi Menang Lawan Italia
Mantan pelatih kepala PSPS Riau dan Persih Tembilahan yang memiliki lisensi B AFC ini memberikan coaching clinic untuk puluhan siswa yang terdiri dari usia 11 hingga 15 tahun.
Coaching clinic merupakan program pelatihan sepakbola singkat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bermain sepakbola.
Tujuan dari program kegiatan coaching clinic yaitu agar anak-anak SSB Tunas Bangsa dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bermain sepakbola.
"Saya berharap ini menjadi awal yang manis untuk pemain SSB Tunas Bangsa agar lebih semangat berlatih dan terus menggali potensi diri," cakapnya.
Pria yang biasa disapa Raja Gopal itu berpesan kepada para pemain bola cilik ini untuk menambah menu latihan di luar menu rutin yang diberikan oleh SSB, selain itu dukungan dari orang tua diharapkan juga menjadi penyumbang peningkatan bakat sang anak.
Selain menambah menu latihan di luar latihan rutin di SSB, Ia juga mengingatkan kepada para siswa SSB betapa pentingnya kedisiplinan dan etika di luar maupun di dalam lapangan.
"Terkadang anak malas untuk latihan, orang tua harus menjadi garda terdepan untuk memberikan motivasi bagi anak untuk terus semangat dalam berlatih di SSB maupun diluar SSB," beber pria yang berstatus sebagai ASN di Sekretarit DPRD Riau itu.
Sementara itu Azmi Sati pembina SSB Tunas Bangsa menuturkan kehadiran Raja Faisal bermaksud untuk memberikan motivasi kepada anak-anak SSB HW UMY khususnya dalam pengembangan karier mereka ke depannya.
“Kami ingin memotivasi anak-anak agar mereka serius menekuni sepakbola, dan ini juga bentuk komitmen pengurus dan para pelatih untuk meningkatkan kemampuan siswa Tunas Bangsa," ujarnya.
Azmi Sati juga berharap ini bukanlah kehadiran yang pertama dan terakhir Raja Faisal ke SSB Tunas Bangsa, dan para pengurus juga berkomitmen untuk dapat membawa pelatih dan pemain profesional lainnya ke SSB Tunas Bangsa.
“Tujuan dari mengikuti sekolah sepakbola tentunya mencapai top level, bukan hanya untuk menjuarai turnamen saja. Kami berharap anak-anak semua semakin termotivasi dengan terus berlatih dan berlatih, pasalnya kunci menjadi pemain profesional top level adalah dengan terus berlatih," imbuh Azmi.
.png)

Berita Lainnya
Jelang Hadapi Timnas Indonesia U-22, Para Pemain Kamboja Menangis Kelar Laga Lawan Myanmar
Masuk Timnas U-12, Putra Asal Riau Terpilih Ikut Kompetisi Sepak Bola Kuala Lumpur Cup Malaysia Premier’s International Youth Football
Jaring Pemain Potensial, Turnamen Futsal Perebutan Piala Gubernur Riau 2024 Resmi Bergulir
PSTI Riau Akan Gelar Seleksi Atlet Takraw Setelah lebaran Idul Fitri
Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Korea Selatan Jadi Pelatih Baru Timnas Malaysia
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan 5 Atlet PON XX Asal Inhil ke Papua
Indra Sjafri Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia?
Dayung Riau Peringkat 3 di Kejurnas Antar PPLP/SKO
Timnas Indonesia Kalahkan Taiwan 2-1
Bukan Hanya Basa-Basi, Erick Thohir Nyatakan Perang ke Mafia Sepak Bola
Cristiano Ronaldo Inginkan Zidane Jadi Pelatih Manchester United
Kevin Diks dan Mees Hilgers Batal Dinaturalisasi, PSSI Beralih Berburu Penyerang