Pilihan
Welcome Dinner Gubernur se-Sumatera, Gubri Sampaikan Isu Pembahasan Rakorgub Tahun 2022
PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan bahwa Rapat Koordinasi Gubernur (Rakorgub) se-Sumatera Tahun 2022 ini sebagai sarana komunikasi antar Pemerintah Daerah di wilayah sumatera serta sebagai wadah evaluasi hasil kerjasama dan kesepakatan yang telah terjalin sebelumnya.
Menurut Gubri Syamsuar, pihaknya menargetkan adanya kesepakatan-kesepakatan penting dalam Rakorgub se-Sumatera Tahun 2022 di Provinsi Riau. Ia juga menyampaikan bahwa dalam Rakorgub tersebut akan dibahas beberapa isu-isu atau fokus persoalan salah satunya masalah inflasi yang cukup tinggi di wilayah sumatera.
"Jadi sumatera ini termasuk tinggi, bahkan kalau kita tidak bisa mengendalikan ini bukan hal yang mustahil juga kita bisa lebih tinggi dari inflasi indonesia dan nasional. Jadi karena itulah tentunya, kesempatan ini kita mari bekerjasama," ujar Gubri saat Welcome Dinner di Gedung Daerah Balai Serindit, Kota Pekanbaru, Rabu (29/6/2022) malam, seperti yang dilansir dari mcr.
Syamsuar mengatakan, dalam Rakorgub nanti juga akan dibahas terkait ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak. Untuk diketahui, kasus PMK sudah terdapat di Provinsi Riau sebanyak 527 kasus yang ada di 6 atau 7 kabupaten/kota di Riau. Saat ini, Pemerintah Daerah memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak dengan memberlakukan lockdown dan pemberian vaksinasi.
"Yang kedua isu yang besok akan kita angkat ink berkaitan dengan PMK. Kita tahu bahwa PMK ini juga melanda daerah Riau, kita sekarang sudah ada 527 Pak yang terkonfirmasi dengan PMK," sebutnya.
Lebih lanjut, Gubri juga mengatakan bahwa akan dibahas berkaitan dengan pemerataan infrastruktur berkaitan dengan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), infrastruktur perbatasan dan Over Demension Over Load (ODOL).
"Begitu juga sekarang topik yang bisa kita bahas besok termasuk masalah infrastruktur jalan tol ini, kita belum tahu sampai kapan selesainya sumatera ini," ujar Gubri.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Riau sedang menggesa percepatan pembangunan RoRo Dumai-Malaka dalam rangka untuk mendukung hasil Konferensi IMT-GT (Indonesia - Malaysia - Thailand Growth Triangle) di Bangkok Thailand.
"Hasil pembahasan bersama 3 Kepala Negara itu diputuskan bahwa untuk konektivitas antara Thailand, Malaysia itu ke Indonesia adalah melalui Dumai. Bahkan Menteri Perdagangan telah menunjukkan dalam rangka membantu operasional RoRo Dumai-Malaka ini untuk memanfaatkan semua produk dari sumatera ini adalah pintunya melalui Riau. Dan kami sudah siap untuk itu," tegasnya.
Topik selanjutnya yang akan dibahas pada Rakorgub kata Syamsuar adalah berkaitan dengan harga sawit. Ia mengatakan bahwa berdasarkan informasi harga sawit di beberapa daerah di sumatera juga rendah. Padahal wilayah sumatera merupakan salah satu wilayah penghasil sawit terbesar mulai dari Aceh hingga Lampung. Untuk itu, hal ini jadi sangat berpengaruh pada ekonomi daerah ini.
"Oleh karena itulah tentunya, besok hal-hal seperti inilah yang akan kita bahas disamping hal-hal lain yang sudah disepakati antara provinsi-provinsi. Sehingga tentunya dengan adanya kerjasama yang baik ini, mudah-mudahan negeri kita masing-masing provinsi ini akan lebih maju lagi dimasa yang akan datang," tutupnya. *
.png)

Berita Lainnya
Simpan Sabu di Kamar, Pemuda Pengangguran di Pematang Reba Diciduk Polisi
Vaksinasi Kelompok Lansia di Pekanbaru Masih Rendah
Sambu Group Salurkan 7 Hewan Kurban di Inhil
Remaja 16 Tahun di Meranti Diminta Segera Merekam Data KTP-el
Fly Over Sudirman-Harapan Raya Retak, Kadis PUPR Riau: Plesterannya Sompel
DPRD Riau Umumkan Nama Komisioner KI dan KPID Terpilih Periode 2026–2030
Komunikasi Emak Sehat di Inhil 'Kepo Politik'
Cetak Kebun Gagal dan Alihkan Tanah Negara, PTPN V Dilaporkan ke KPK
26 Polisi Inhil Terima Penghargaan
Tiga Pasien Positif Covid-19 di Dumai Sembuh, 4 Masih Dirawat
Pembuatan Landasan Hely Copter di Lokasi TMMD Kodim 0314/Inhil Masuki Tahap Finishing
Hasil Pres Realese BPOM RI, Kapolres Kampar Sebut Berkat Pengungkapan Polda Riau Terhadap Agen Pabrik Ilegal dan Tak Berizin