Pilihan
Kejati Usut Dugaan Korupsi Pengadaan UNBK di Disdik Riau
PEKANBARU - Pengadaan komputer atau laptop di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2018, yang nilai kegiatan itu mencapai Rp25 miliar, tengah menjadi sorotan penyidik Kejati Riau. Ada dugaan korupsi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau Muspidauan, saat dikonfarmasi tidak menampik perihal terkait pengadaan komputer atau laptop sebagai persiapan peralatan Ujian Nasioal Berbasis Komputer (UNBK).
"Ya benar. Saat ini masih dalam penyelidikan di Jaksa Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau," kata Muspidauan, seperti dilansir dari halloriau.com, Selasa (18/2/2020) sore.
- Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis sukses menyelenggarakan Kegiatan Civil V
- DPRD Riau Desak Disdik Bertindak Cepat Soal Sekolah Terlambat Ikut SNBP
- PSP Unri Sambut Mahasiswa Baru Dengan Kegiatan PKKMB
- Menteri Pendidikan Ubah Batas Minimal Usia Anak Masuk SD, Simak Faktanya
- Bahas Hoaks dalam Dunia Pendidikan
Terhadap pengusutan, menurut Muspidauan tim penyidik berupayakan mencari unsur pidananya dengan mengklarifikasikan sejumlah pihak yang terkait.
"Memang seperti itu (melakukan klarifikasi, red). Juga mengumpulkan dokumen-dokumen terkait," ujar Muspidauan.
Lebih lanjut, Muspidauan enggan menyampaikan secara rinci nama dan identitas pihak-pihak yang telah diklarifikasi. Data yang diperoleh, sejumlah pejabat dan pegawai di lingkungan Disdik Riau telah diklarifikasi. Salah satunya inisial NAR dan rekannya.
"Iya, tidak tahu lah," sebutnya saat ditanya dirinya diklarifikasi terkait perkara tersebut dan jumlah nilai kegiatannya.
Dari informasi yang dihimpun, diduga ada praktik 'kongkalikong' dalam pembelian komputer/laptop melalui e-katalog. Barang elektronik itu sebagai persiapan peralatan UNBK di Disdik Riau.
Kegiatan yang semestinya dilakukan secara independen oleh Disdik Riau terindikasi diatur oleh satu perusahaan. Dimana perusahaan tersebut mengatur dari mulai perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan.
Pembelian tahap pertama yang ditaksir sekitar Rp25 miliar, sudah berlangsung dan terindikasi menjadi 'bancakan' beberapa perusahaan dan juga dinas pendidikan.
.png)

Berita Lainnya
Opsional, Kurikulum 2022 Tidak Ada Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Bagi Siswa SMA
Ngaji Online, Upaya Mohon Perlidungan Allah SWT Saat Pandemi Virus Corona
PT Arara Abadi Kembali Berikan Bantuan Pendidikan Kepada 40 Anak Suku Sakai
Disdik Riau Rilis Jadwal PMB SMA/SMK
Pj Walikota Pekanbaru Sebut Ingin Masukkan Pelajaran Muatan Lokal Budaya Hidup Bersih
PGRI Minta Guru Siap Hadapi Model Pembelajaran Baru, Bauran Daring-Luring
Bupati Rohil Peduli Pendidikan Dari Sekolah Terpencil Hingga Beasiswa untuk Anak Negeri
Kunjungan Pembina, Ketua Yayasan dan Rektor ke kediaman PJ Bupati Inhil Pererat Silaturahmi
BKD Riau Sudah Tekan SK Penempatan Kepsek yang Non Job
Kisi-kisi UN 2020 SMA Mata Pelajaran Bahasa Inggris, Ujian Nasional Digelar 30 Maret-2 April
Dukung Pariwisata Inhil, Abdul Wahid Berakhir Pekan di Pantai Solop
Wujudkan Program Meranti Cerdas, Pemkab Teken MoU Bersama UPI dan UNP