Pilihan
Pengendara Tewas Tertembak Peluru Nyasar, Diduga dari Pistol Polisi
INDOVIZKA.COM- Penembakan terjadi di tengah jalan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) yang menewaskan seorang pengendara mobil. Terungkap, penembakan itu terjadi akibat peluru nyasar yang keluar dari pistol polisi yang sedang dibersihkan.
"Iya betul (polisi saat itu sedang membersihkan senjata)," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Raden Petit Wijaya, Rabu (2/11/2022).
Petit mengungkapkan, sesaat sebelum kejadian seorang polisi tengah membersihkan pistol di sebuah pos polisi yang tak jauh dari lokasi kejadian. Seketika pistol tersebut meledak dan pelurunya menembus kaca pos dan mengenai mobil dan seorang pengendara di dalamnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pos polisi tempat oknum polisi terkait membersihkan pistolnya itu dekat dengan persimpangan lampu merah di Jalan Tanjung Pura, Pontianak.
Korban yang berada di dalam mobil terkena tembakan peluru nyasar tersebut pada bagian kepalanya. Korban lalu dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia saat dalam perjalanan.
"Tadi dibawa ke rumah sakit tapi meninggal di perjalanan," kata Petit.
Hingga kini pihak Polda Kalbar belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai insiden ini. Kapolda Kalbar Irjen Suryanbodo Asmoro akan menyampaikan informasi lebih lanjut terkait kasus ini.
"Saya masih di Jakarta ini melakukan pelatihan. Tapi informasi terakhir tadi (penjelasan kasus penembakan) akan disampaikan Kapolda," katanya.**
.png)

Berita Lainnya
Ridwan Hisjam: Tidak Ada Keharusan Bagi Airlangga Melapor Ke Istana Saat Terpapar Corona
Penjelasan Kejagung Tuntut Mati Terdakwa Asabri Heru Hidayat
Peneliti: Mutasi Virus Corona Lebih Mudah Menular ke Anak
Sempat Viral, Lubang Raksasa di Maros Bakal Jadi Lokasi Wisata
Menko Airlangga Dorong Kemenristek Terus Kembangkan Teknologi
Lima Unsur yang Wajib Dipenuhi Pondok Pesantren
DPR Apresiasi Capaian Pertamina Hulu Rokan di Riau
Foto KTP-el Bisa Diganti, Berikut Syarat dan Ketentuannya
3 Solusi Airlangga bagi Ketahanan Energi untuk Kesejahteraan Bersama
Wapres Ma'ruf Sebut Indonesia Harus Segera Membangun Kerangka Tata Kelola Fintech
Epidemiolog: Belum Waktunya Menghentikan PTM Selama Mal & Kafe Masih Buka
Hati-hati Jebakan SMS 'IMEI HP Tidak Terdaftar' dari Nomor Kominfo Palsu