Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Jelang Mudik Lebaran, Dishub Riau akan Pasang Spanduk Peringatan Rawan Kecelakaan
INDOVIZKA.COM - Jelang mudik Lebaran tahun 2023, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau akan memasang rambu-rambu rawan kecelakaan lalulintas di jalan Provinsi.
Hal ini disampaikan Kepala Dishub Provinsi Riau, Andi Yanto, Kamis (30/3/2023). Dia mengatakan, pemasangan rambu-rambu lalulintas tersebut untuk mendukung kelancaran mudik Lebaran 2023.
"Untuk rambu-rambu peringatan rawan kecelakaan itu akan segera kita pasang sebelum mudik Lebaran 2023. Kita akan pasang spanduk peringatan di daerah yang rawan kecelakaan," kata Andi Yanto.
Spanduk peringatan akan dipasang di daerah rawan kebakaran seperti di tikungan, persimpangan, jalan berlubang dan bergelombang, serta lainnya.
"Kami juga sudah koordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) agar mereka juga dapat memasangan rambu-rambu peringatan rawan kecelakaan di jalan nasional," ujarnya.
"Termasuk kabupaten kota juga harus melakukan hal sama, sehingga kasus kecelakaan saat mudik Lebaran tahun ini bisa diteken," tukasnya.
.png)

Berita Lainnya
Polemik Pengelolaan Parkir di Pekanbaru, Nasib PT Datama Ditentukan Pekan Depan
Bupati Inhil HM WARDAN Tinjau Logistik Pemilu 2024
Tidak Punya Dokumen, 6 Ekor Sapi Kurban Asal Sumut Terpaksa Putar Balik
Sembako Masih Mahal, Anggota DPRD Desak Pemko Pekanbaru Gelar Operasi Pasar
Pemkab Inhil Entry Briefing Bersama Tim BPK
Rakor dengan Wamendagri, HM Wardan Paparkan 9 Strategi Kendalikan Inflasi
SADA by Cathy Sharon Gelar Meet & Greet Serta Exclusive Demo Make Up di Toko Fajar Cosmetic Pekanbaru
Ada Info Keliru, Zukri Jamin Pokir Anggota DPRD Pelalawan Diakomodir
Rumah Ludes Terbakar, Dinsos Siak Salurkan Logistik untuk Keluarga Syopian
Putri Hijab Indonesia 2020 Ajak Milenial Riau Tidak Takut Divaksin
Kantor Hukum Jumiardi,S.H.,M.H dan Partners Resmi Dibuka
Kalahkan 6 Provinsi Tetangga, Investasi di Inhil Capai 12,7 Triliun