Pilihan
14,4 Ton Garam Disemai Antisipasi Karhutla Riau
INDOVIZKA.COM - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) masih terus berjalan di Provinsi Riau, dengan menyamai garam di awan potensial yang diharapkan bisa membantu curah hujan di wilayah Riau.
Hujan buatan ini diharapkan bisa membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta membasahi lahan gambut di Riau agar terhindar dari kebakaran lahan. Sebab saat ini Provinsi Riau sedang dilanda musim kemarau yang cukup panas dan kering.
"TMC masih terus berjalan tahap kedua untuk antisipasi kebakaran lahan," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal kepada CAKAPLAH.com, Sabtu (3/5/2023).
Edy Afrizal mengatakan, hingga saat ini sudah 18 kali shortie atau 14.400 Kg (14,4 ton) garam yang telah disemai di daerah rawan kebakaran dan memiliki potensi awan. Seperti Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Pelalawan dan Siak.
"Sedangkan untuk sisa cadangan garam sebanyak 10.600 Kg. Kita harap dengan adanya bantuan TMC ini, membantu kita dalam pencegahan maupun penanganan kebakaran lahan di Riau tahun 2023," ungkapnya.
"Karena dengan cuaca panas seperti saat ini potensi kebakaran lahan di Riau cukup tinggi, maka dengan dilakukan TMC kita bisa lebih menjaga lahan gambut tetap basah sehingga terhindar dari kebakaran," tukasnya.
.png)

Berita Lainnya
Persiapkan Propov, Pemko Dumai Anggarkan Pembangunan Stadion Rp 40 Miliar
Soal PPPK, DPRD Riau Sebut Permasalahan Bersumber dari Seleksi Awal
Perbaikan Jalan Dahlia Pekanbaru Dimulai Pekan Depan
Forecaster on Duty BMKG stasiun Pekanbaru Perkirakan Akhir Pekan Riau Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Lubang Galian IPAL Bahayakan Pengendara Jalan Sudirman
Kapolres Pelalawan Pastikan Kesiapan 'Pleton Siaga Ombak'
Kapolres Pelalawan Pastikan Kesiapan 'Pleton Siaga Ombak'
Waspada Cuaca Ekstrem di Riau, BMKG Sebut Inhu dan Inhil Berisiko Tinggi
Puncak Kemarau Landa Riau, Asap Karhutla Menyeberang hingga Malaysia
Peringati Hari Pohon Sedunia, Stop Penebangan Liar Guna Selamatkan Lingkungan
Karhutla Pekanbaru Capai 11 Kasus, 6 Hektare Lahan Jadi Abu
Berkunjung ke DLHK Inhil, DPRD Inhu Bahas Pencemaran Limbah PT Bayas Biofuels