Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Harimau Sumatera Yang Terjerat di Riau Berisiko Kehilangan Satu Kaki
PEKANBARU - Harimau sumatera yang diberi nama Corina dan terluka karena terjerat di kawasan hutan tanaman industri di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, berisiko kehilangan satu kaki menuruttim medis Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasrayadi Sumatera Barat, tempat satwa liar tersebut menjalani perawatan.
"Kami mengupayakan pengobatan yang terbaik, walau kemungkinan terburuknya kaki kanannya bisa diamputasi,” kata Manager Operasional Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya(PRHSD)drh. Saruedi Simamoradalam keterangan tertulis lembaga yang diterima ANTARA di Pekanbaru, Rabu.
Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi harimau sumatera liar yang terjerat di kawasan hutan tanaman industri milik perusahaan di Kabupaten Pelalawanpada 29 Maret 2020.Harimau betina tersebut dinamai Corinakarena terjerat saat dunia sedang sibuk menanggulangi wabah akibat virus corona.
- Banjir Setiap Tahun di Pelalawan, DPRD Riau Minta Pemerintah dan PLN Bertindak
- Pemprov Riau Diminta Serius Berantas Judi Online
- APBD 2025 Diisukan Defisit, Fraksi PKB: Tak Masalah Jika Demi Kepentingan Masyarakat
- Tabligh Akbar di Tembilahan, UAS Sampaikan Dukungan untuk Paslon Bermarwah dan Fermadani
- Targetkan Rampung Akhir November, DPRD Riau Percepat Pembahasan RAPBD 2025
Corinakemudian dibawa kePRHSD yang dikelola oleh Yayasan Arsari Djojohadikusumountuk menjalani perawatan. Corinatiba di PRHSD pada 30 Maret 2020, setelah menempuh perjalanan darat selama 18 jam dari Riau.
Panthera tigris sumatraeberusia tiga tahun dengan berat badan 77,8 kilogram dan panjang 170 cm itu didiagnosa mengalami anemia dan laserasi.
"Laserasi atau luka baru akibat jerat sangat dalam namun beruntung tendon tidak terputus,"kata drh. Simamora.
Kepala BBKSDA RiauSuharyonoberharap Corina bisa pulih tanpa mengalami kecacatan permanen.
"Kami sangat berharap Corina bisa diselamatkan oleh Tim PRHSD yang sebelumnya pernah merehabilitasi tiga individu harimau sumatera yang juga kami evakuasi dari Riau,yaitu Bonita, Atan Bintang, dan Inung Rio pada tahun 2019 yang lalu,"kata Suharyono.
Bonita dan Atan Bintang setelah menjalani perawatan di PRHSD dilepasliarkan di kawasan hutan Provinsi Riau. Sedangkan harimau Inung Rio mati karena sakit.**
.png)

Berita Lainnya
Jadi Narasumber, PT. Amancare Crewindo Salim Siap Tampung Minyak Jelantah
Hari Ini 85 Hotspot Terpantau di Riau, Terbanyak di Bengkalis 54 Titik
BMKG: Riau Cerah Berawan Malam Ini, Waspadai Hujan Ringan di Beberapa Titik
Berkunjung ke DLHK Inhil, DPRD Inhu Bahas Pencemaran Limbah PT Bayas Biofuels
Hotspot Mulai Muncul di 4 Wilayah Riau
Polda Riau Minta BBKSDA Proaktif Cegah Pembalakan dan Karhutla di Hutan Lindung
Diiringi Live Musik, Kejari Inhil Ikut Meriahkan CFD
Sambu Group Raih Indonesia Green Company Award 2020
Dishub Pekanbaru Tindak Jukir Liar di Pasar Rumbai
Hari Ini Terpantau 17 Hotspot di Provinsi Riau
Diduga Oknum Mantan Kades Hulu Kuantan Jual Hutan Produksi Terbatas
Cuaca Riau Masih Didominasi Hujan