Pilihan
AWG Kibarkan Bendera Indonesia-Palestina di Gunung Raung
Pulanglah, Ali…
Polres Rohil Gerebek Penimbunan Solar Bersubsidi di Sinaboi, Satu Orang Ditangkap
ROHUL, INDOVIZKA.COM- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Rokan Hilir (Rohil) berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kecamatan Sinaboi. Seorang pria berinisial JS alias Koko (22), warga Jalan Beringin Jaya, Kepenghuluan Sungai Bakau, diamankan bersama puluhan jerigen berisi solar bersubsidi pada Sabtu (8/3/2025) sekitar pukul 16.38 WIB.
Dari tangan tersangka, polisi menyita 54 jerigen berisi bio solar, 10 jerigen kosong, serta satu unit gerobak kayu yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM ilegal tersebut.
Kasus ini terbongkar setelah pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. Kasat Reskrim Polres Rohil, AKP I Puptu Adi Juniwinata, langsung menugaskan tim dari Unit II Sat Reskrim yang dipimpin Iptu Ridho Alfian Syahputra untuk melakukan penyelidikan.
"Saat tim tiba di lokasi, kami menemukan sejumlah jerigen berisi bio solar di halaman rumah tersangka. Setelah diinterogasi, JS mengakui bahwa BBM tersebut diperoleh dari sebuah agen penyalur di Sinaboi untuk dijual kembali kepada masyarakat tanpa memiliki izin resmi," ungkap Kapolres Rohil, AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K M.H. melalui Plh Kasi Humas Polres Rohil Ipda Dahri Iskandar Lubis, Minggu (9/3/2025).
JS mengaku bahwa ia membeli BBM subsidi dari APMS Global Arung Area Mas dan menyimpannya di rumah untuk dijual kembali. Namun, karena tidak dapat menunjukkan dokumen atau izin yang sah, polisi langsung mengamankan seluruh barang bukti dan membawa JS ke Mapolres Rohil untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tersangka tidak bisa menunjukkan izin usaha atau dokumen resmi terkait jual beli BBM bersubsidi ini. Oleh karena itu, kami menetapkannya sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi," jelasnya
JS kini dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang telah diperbarui dalam Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman pidana yang tidak ringan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik ilegal seperti ini. BBM bersubsidi seharusnya digunakan sesuai peruntukannya, bukan diperjualbelikan demi keuntungan pribadi," tegas Ipda Dahri.
Saat ini, penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.**
.png)

Berita Lainnya
Ternyata, Oknum Polres Padang Panjang yang Tembak Wanita di Pekanbaru Meninggalkan Tugas Tanpa Izin
Sidang dugaan korupsi BPBD Siak, Penasehat Hukum Mantan Kepala BPBD Siak hadirkan Saksi Ahli
Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Setelah Tabrak Warga
Mahkama Agung Cabut Aturan Pengetatan Remisi Koruptor, ICW: Inkonsisten
Tersangka Dugaan Korupsi Pipa Transmisi PDAM di Inhil Diburu Polisi
Klinik Ini Sudah Aborsi 903 Janin dalam 21 Bulan, Tiga Orang Diamankan
Napi Lapas Batam Kendalikan Peredaran 16 Kg Sabu di Pekanbaru
94 Kg Sabu dan 22 Ribu Ekstasi Berhasil Diungkap Polda Riau
Petani Jagung Bunuh Diri Gara-gara Tikus
Rekam Video Call Seks, Napi Lapas Lampung Peras Warga Riau
Geger! Pria di Pekanbaru Ditemukan Tewas Diduga Gorok Leher Sendiri
2 Jaksa Ikuti Perkembangan Penyidikan Kasus Revenge Porn di Pekanbaru